Select Menu

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

Penyerahan dana secara simbolik dari ketua Kaderisasi PKS Siak
Tualang, Kader PKS Siak lakukan konsolidasi pemenangan dan galang dana untuk pemenangan Reni Nurita yang akan maju sebagi Calon Wakil Bupati Siak pada pilkada bulan Desember mendatang, hal ini dibenarkan Ketua Kaderisasi, H. Imron Rosadi.(2/8)

Pada acara tersebut juga menghadirkan tim kaderisasi dari DPW PKS Riau
Hj. Reni Nurita berikan sambutan dan motivasi untuk kader 
Saat sambutan, Hj. Reni Nurita menyampaikan kalau dirinya terharu dan bangga dengan respon kader militan PKS Siak yang kuat tekadnya untuk memenangkan Dakwah ini

"Saya sangat terharu dan bangga, walaupun saya pribadi mungkin gak punya banyak uang, tapi banyak orang-orang yang mensupport saya, 

Lanjutnya, perlu saya sampaikan, dalam proses pemenangan pilkada Siak mendatang mari kita keluarkan semua kemampuan dan kekuatan kita untuk memenangkan dakwah di Siak ini, dan menjadikan Siak yang lebih baik.

Sebagai penutup, Ianya menyampaikan
"Sesungguhnya bukan SAA atau Reni Nurita yang kita perjuangkan, tapi lebih kepada memenangkang Dakwah dan menjadikan Siak yang lebih baik lagi, ujarnya.
Kader Militan PKS Siak berkumpul satukan kekuatan menangkan Reni Nurita

Struktur dan kader PKS Siak yakin akan menang pada pilkada Siak yang akan digelar pada 9 Desember 2020 mendatang, karena sudah 20 tahun mendukung terus, maka ini saatnya memjukan kadernya sendiri.
Saud Alba, Lc memberikan ceramah pada Anggota Dewan PKS DPRD Siak

Fraksi Mengaji, Keutamaan Ibadah dibulan Dzulhijjah

Sambutan Tengku Muhammad, menyampaikan agar fraksi ini menjadi kuat dalam menjalankan Amanah, selalu menjaga kebersamaan.
H. Tengku Muhammad, S.Ip menyampaikan sambutan

Siak, Fraksi PKS DPRD Siak melakukan kegiatan mengaji untuk anggota dewan agar menambah wawasan keilmuan dalam menjalankan Amanah.

Pada pertemuan ini, fraksi mengundang Ust. Saud Alba, Lc dari Kecamatan Minas yang juga merupakan struktur pengurus DPD PKS Siak, tampak semua anggota dewan hadir pada acara mengaji tersebut.

Pada ceramahnya  Saut Alba menyampaikan terkait ibadah bulan dzulhijjah, "Keberkahan dan ketenangan yang akan diberikan kepada orang yang selalu berkumpul dalam rangka menguatkan keimanan kepada Allah"

Lanjutnya, Luar biasa pahala org yg beramal pada 10 hari di bulan dzulhijjah dan hanya mati syahid yg mampu menandingi pahalanya.

Sedangkan orang yang beramal sholeh dibulan haram ini maka pahalanya akan dilipat gandakan, begitu juga sebaliknya yakni beramal tholeh (salah)

Hari 10 awal dzulhijjah seharusnya kita ada program kebaikan yg dibuat agar terpacu dalam melaksanakan kebaikan, baik itu ibadah diri sendiri maupun untuk orang lain.

Selayaknya para pemimpin dan perwakilan ummat agar selalu menjaga ibadah dan terus memperbaikinya, agar kemudia diberikan kekuatan dan bimbingan dari Allah dalam menjalankan Amanah.

Karena sesungguhnya iman itu bertambah dan berkurang, akan bertambah jika selalu dekat beribadah kepada Allah, dan akan berkurang jika jauh dan melaksanakan maksiat kepada Allah

Selanjutnya momen penting pada bulan ini yaitu berkurban, dan rasulullah mengingatkan kepada orang yg memiliki kelapangan rizki untuk berkurban dan jika tidak mau maka jangan masuk masjid kami

Sebenarnya ini merupakan ujian bagi orang yang memiliki kelapangan rizki untuk berkurban sapi ataupun domba, sementara Ibrahim diminta mengorbankan anaknya dan iapun relah karena Allah SWT.

Kalau dibandingkan dengan kita saat ini sangat jauh, karena hanya diminta berkurban seekor kambing bukan anak kandung, maka seharusnya tidak ada rasa berat untuk bekurban.

Pada penutupan ceramahnya Saud Alba menyampaikan pesan Imam Sahid Hasan Albana "Jadilah engkau ahli ibada sebelum menjadi pemeimpin, maka engkau akan menjadi pemimpin yang terbaik untuk ummat" 

Semoga pengorbanan nabi Ibrahim menjadi panutan dan motivasi bagi kita dalam meningkatkan ibadah kita kepada Allah SWT. 

Pengorbanan dan keikhlasan akan menjadi pendongkrak kemajuan Agama Islam dimuka bumi ini.
Ketua DPD PKS Siak, Agus Malik memberikan arahan
Siak, Hal berbeda dari biasanya, DPD PKS Siak lakukan halal bi halal (HBH) secara virtual online melalui aplikasi Zoom dan live streamin di akun medsos facebook Pks Siak (10/6). hal ini karena pandemi Covid-19 belum berakhir dan anjuran pemerintah agar tidak mengadakan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan orang banyak.

Dalam HBH ini tampak Ketua DPW PKS Riau dan DPD PKS Siak memberikan sambutan serta arahan.

Agus Malik selaku ketua DPD PKS Siak menyampaikan pesan terkait kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini, agar kita bersama mengikuti anjuran pemerintah yakni menjalankan protokol kesehatan jika melakukan aktivitas dan selalu menjaga kesehatan diri dan keluarga

Ketua DPW PKS Riau berikan sambutan dan arahan
Kemudian pada acara tersebut juga Hendry Munief selaku Ketua DPW PKS Riau melalui converence via Zoom menyampaikan.

"Mari kita semua mengambil ibroh setiap keadaan, seperti pandemi ini mengajarkan kepada kita agar mampu mengadakan agenda-agenda yang bisa menghidupkan dakwah kita" melalu online Zoom

Lanjutnya, Ianya juga mengajak agar terus mengaktifkan komunitas kecil yang ada di partai dakwah ini untuk selalu berbuat kebaikan untuk ummat" tutupnya.

Dalam acara tersebut tampak panitia juga menyediakan banyak hadia doorprize untuk peserta yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan.

Acara HBH yang diselenggarakan DPD PKS Siak berlangsung Online via Zoom dan Live Streamin fb PKS Siak
Penulis artikel ketua Umum DPD PKS Siak

Oleh : Agus Malik

Lumpuh, itulah gambaran dunia pariwisata saat ini. Salah satu sektor yang paling terpukul saat pandemi Covid-19 adalah sektor pariwisata dan transportasi. 

Lalu bagaimana kondisi Siak hari ini ? Sebagai daerah destinasi wisata utama di Riau tentunya merasakan hal yang sama dengan daerah wisata lainnya di penjuru dunia karena Siak juga sudah menjadi daya tarik wisatawan asing.  
Suasana Istana Siak saat lebaran tahun 2020

Lalu sejauh mana dampaknya?
Saat libur Idul Fitri tiba, Siak sepi sejak hari pertama lebaran. Hasil pengamatan di seputaran Istana Asserayyah Al Hasyimiyah yang menjadi pusat keramaian saat liburan tampak lengang dimana biasanya ribuan masyarakat tumpah ruah dengan tingkat kunjungan tidak kurang dari dua puluh ribu pengunjung tiap harinya khususnya saat lebaran.
Situasi lengang ini sudah terjadi sejak wabah Covid-19 melanda negeri ini dan menjadikan masyarakat yang selama ini ekonominya bergantung pada pariwisata harus berfikir keras untuk merubah bisnisnya agar bisa bertahan hidup di tengah pandemi.

Lalu apa dampak bagi Pemerintah Daerah? Apakah berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau biasa saja?

Sejak libur sekolah dimulai pada bulan Maret lalu dan diberlakukannya PSBB di Siak belum ada laporan resmi berkenan dampak ekonomi dari sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah. Hal ini ada dua kemungkinan pertama Pemerintah fokus pada penanganan kasus Covid-19 atau kedua sektor pariwisata tidak berpengaruh sama sekali terhadap keuangan daerah.

Penulis mencoba mengamati situasi di lapangan mengenai hal ini. Jika hal pertama yang menjadi fokus mestinya kebijakan PSBB selama 14 hari yang berakhir 28 Mei 2020 harus bisa menekan laju penyebaran Covid-19 dan ketersediaan APD bagi tenaga medis memadai.

Namun fakta di lapangan masih ditemui tenaga medis di Puskesmas kekurangan masker sebagai APD wajib mereka yang ketersediaannya masih kurang. Kondisi ini tentunya harus menjadi catatan karena realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 cukup besar dan kebutuhan mendasar yang harus diperhatikan adalah ketersediaan APD bagi garda terdepan para pahlawan medis.

Kami beberapa kali turut menyerahkan donasi APD bagi tenaga medis di Siak dan mendengarkan langsung tenaga medis yang mengeluh kondisi mereka baik di RSUD rujukan juga Faskes tingkat pertama Puskesmas yang kekurangan APD padahal mereka harus mendapatkan perhatian khusus menghadapi pandemi. 

Kedua dampak ekonomi terhadap keuangan daerah.
Banyak program yang disiapkan Pemerintah untuk terus menjadikan Siak sebagai daerah destinasi wisata utama di Riau. 

Saat pariwisata terpukul tingkat kunjungan juga jauh berkurang. Lalu apakah PAD juga berkurang dari retribusi langsung maupun tidak langsung?

Inilah saat yang tepat untuk mengevaluasi program milyaran rupiah sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah. 
Jika kunjungan menurun dan tidak berpengaruh signifikan berarti Siak masih mengandalkan sektor Migas sebagai pendapatan utama penggerak ekonomi masyarakat.

Jauh sebelum terjadi pandemi tingkat ketergantungan Siak akan Migas sangat tinggi hal ini salah satunya  terlihat jelas saat harga minyak dunia jatuh maka dana bagi hasil dari pusat juga turun drastis sehingga terjadi rasionalisasi besar-besaran anggaran daerah.

Banyak kegiatan ditiadakan dan honor daerah terlunta-lunta. Situasi ini menggambarkan bahwa sektor pariwisata belum berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Jadi kalau hari ini Siak sepi pengunjung saat puncak musim liburan tidaklah berdampak terhadap pendapatan daerah dari retribusi pengunjung Istana, parkir dan lainnya.

Contoh lain yang penulis amati adalah kegiatan yang bersifat internasional seperti Tour de Siak yang bertahun-tahun diadakan. Kegiatan ini cukup kita apresiasi karena mengangkat nama daerah ke level dunia. Namun yang patut kita evaluasi adalah seberapa besar wisatawan dalam dan luar negeri yang turut menyaksikan Iven balap sepeda ini dan berapa besar dampak ekonominya bagi daerah. Di lapangan kita amati bahwa acara ini meriah saat opening ceremony dan acara penutupan ketika pembagian hadiah itupun karena ada artis ibukota yang menjadi daya tariknya.

Namun inti kegiatan saat dimulainya balap sepeda dan berakhirnya (start-finish) sepi pengunjung tidak seramai acara konser artis saat pembukaan dan penutupan. Kemudian dampak ekonomi langsung bagi daerah misal dari retribusi penginapan atau pajak rumah makan berapa besar? 

lainnya adalah keberadaan Pasar Seni yang mati suri. Sudah lima tahun Pasar Seni Siak yang dibangun dengan dana yang tidak sedikit belum menunjukkan eksistensinya sejak pertama kali dibuka pada Maret 2015. Pasar ini diharapkan bisa menjadi sentra ekonomi kreatif sebagai pendukung utama kegiatan ekonomi pariwisata Siak. 
Namun keberadaannya di pusat kota Siak belum menjadi penggerak utama ekonomi kreatif sebagaimana pasar pada umumnya. Tentu perlu kerja keras bersama untuk menghidupkan pasar yang megah ini dan Pemerintah sebagai regulator harus mampu mengintegrasikan seluruh potensi wisata yang ada karena Pasar, Negara dan Masyarakat adalah elemen terpenting dalam roda ekonomi dan pembangunan pariwisata suatu daerah.

Setiap program pariwisata yang disusun harus terintegrasi dan berimplikasi pada dampak ekonomi karena kita tidak bisa bergantung cadangan Migas yang akan habis pada waktunya.

Mestinya pariwisata mampu menjadi sektor unggulan untuk meningkatkan pendapatan daerah bukan menyedot anggaran tanpa evaluasi.

Harga minyak dunia saat ini turun drastis dan pariwisatapun lumpuh, tantangan kita jauh lebih berat agar bisa bertahan.

Kita harus lakukan hal yang tidak biasa agar Siak mendunia.
Agus Malik Petani Muda
KETAHANAN PANGAN DAN EKONOMI DITENGAH PANDEMI (3)

Oleh : Agus Malik

Lebaran kali ini memiliki esensi yang tak berbeda meski dilalui dalam suasana tidak seperti tahun sebelumnya. Ya lebaran ditengah wabah Corona yang menghenyakkan seluruh dunia.

Lebaran ditengah pandemi Covid-19 adalah cara kita untuk bisa terus bertahan dengan terus menjaga arahan dari Agama dan aturan dari Pemerintah menjalaninya dengan protokol kesehatan dalam setiap interaksi sosial.

Siak adalah salah satu daerah yang menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dalam upaya menjaga memutus mata rantai wabah yang kita masih belum tahu sampai kapan kondisi ini akan berakhir.

Libur sekolah sudah dilakukan sejak Maret 2020 dan bagi sebagian siswa mengalami kelulusan dan kenaikan kelas dalam suasana yang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Hingga saat ini grafik pandemi di negara ini belum melandai sebagaimana negara lainnya. Upaya untuk terus bertahan bukan sekedar dari sisi kesehatan namun juga sisi ketahanan pangan. Hal ini penting karena daya tahan masyarakat dalam jangka panjang perlu disiapkan dari sekarang.

Siak adalah salah daerah pertanian yang harus memastikan ketahanan pangan nasional dimulai dari rumah tangga kita.

Saat ini lahan pertanian tanaman padi sebagai bahan pokok utama tersebar di kecamatan Bunga Raya, Sabak Auh dan Sungai Mandau.

Luas lahan tanaman padi ditiga kecamatan tersebut masih harus diperluas hingga minimal bisa memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Siak sehingga saat pandemi masih berlangsung kebutuhan minimal bahan pokok utama masih bisa dicukupi secara mandiri.

Kita prihatin luas lahan sawah di Siak masih kalah jauh dari luas lahan perkebunan kelapa sawit yang saat ini menjadi primadona ekonomi masyarakat. 

Banyak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tersebar di hampir separuh kecamatan di Siak namun belum ada satupun pabrik pengilangan padi di Siak. Hal ini menunjukkan pertanian kita masih belum dominan diminati masyarakat.

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga ketahan pangan dan ekonomi daerah agar tangguh saat menghadapi wabah pertama melakukan perluasan lahan pangan khususnya area persawahan padi. 

Kedua, diversifikasi pangan hortikultura untuk menunjang kawasan pangan mandiri. Selain padi harus ada sentra pertanian sayur mayur juga buah-buahan.

Ketiga, melakukan insentif dan subsidi untuk mengendalikan stabilitas harga pangan.

Keempat, mendorong industri pertanian dari hulu sampai hilir sehingga pertanian menjadi primadona dan penopang ketahanan pangan. 

Siak memiliki Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang bisa dimanfaatkan untuk menopang industri pertanian. Di Kecamatan Sungai Apit saat ini menjadi sentra buah nanas di Siak dan potensi ini harus diperhatikan dan dikembangkan industri hilir pengolahan nanas dan juga tentunya industri pengilangan padi skala besar.

Pengembangan industri pertanian harus dipasok bahan baku pangan yang mencukupi seperti industri pengolahan kelapa sawit yang sudah ada terlebih dahulu.

Industri pangan tidak akan pernah putus meski terjadi pandemi karena setiap orang pasti butuh makan setiap hari dan pertanian tidak boleh berhenti berproduksi.

Hal penting yang harus kita ambil hikmah saat ini adalah memperkuat basis pangan kita dan setelah pandemi berlalu kita bisa mengembangkan kapasitas pertanian kita dalam skala besar bahkan mendunia.

Ada kisah menarik di Thailand dimana buah-buahan disana bisa menjadi oleh-oleh wisatawan untuk dibawa pulang ke negara masing-masing. Hal ini yang harus kita integrasikan di Siak agar pertanian dan pariwisata bersinergi menjadi penggerak ekonomi. Sebagai daerah wisata Siak memiliki potensi besar agar produk pertaniannya mendunia. 
Penguatan basis produksi dan pasar wisatawan yang besar adalah potensi yang harus dimaksimalkan.

Pandemi ini harus menjadikan kita bekerja lebih keras untuk rakyat agar stabilitas sosial terjaga dengan baik. 
Stabilitas sosial dimulai dari stabilitas pangan dengan tercukupinya pasokan pangan rumah tangga setiap harinya.

Mari menanam dan bangga menjadi petani

2 Syawal 1441 H