Select Menu

SaintekOase

Hikmah

Berita Siak

Berita Riau

Internasional

Kesehatan

Fiqh Dakwah

Saintek

Video Pilihan

PKS SIAK, CIREBON (31/8) - Kehadiran guru sangat penting untuk menguatkan semangat nasionalisme di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, guru harus mengajarkan nilai-nilai dasar tentang konstitusi, ideologi, dan falsafah bangsa.

Menurut Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Zainuddin, 4 pilar dasar yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus diajarkan secara komprehensif kepada setiap warga negara sejak dini.

"Di sinilah pentingnya peran guru sebagai pengajar sekaligus teladan bagi siswa. Menguatkan semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air kepada anak didik sejak kecil," ujar Zainuddin dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di depan sekitar 100 guru se-Kabupaten Cirebon, di Gedung PGRI Cirebon, Jawa Barat, Ahad (30/8/2015).

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) MRP RI ini mengatakan, NKRI perlu dijaga bersama oleh setiap komponen anak bangsa. Bangsa yang besar ini, lanjut dia, tidak pernah sepi dari ancaman yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kita harus mencurahkan tenaga untuk mencegah setiap upaya munculnya separatisme. Guru harus menjadi perekat," jelasnya.

Zainuddin mengatakan, kewajiban tersebut tertulis dalam UUD 1945 pasal 30 ayat 1 dan 2 yang menyebutkan setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI dan Polri sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.

Pada pasal 31 ayat 2, lanjut Zainuddin, pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan undang-undang.

"Pertahanan semesta dimaksud di sini, sesuai profesi dan peran masing-masing. Apa yang harus dilakukan. Pertahanan yang dilakukan guru, dengan mengajarkan 4 Pilar tersebut," imbuh Anggota Komisi I Bidang Pertahanan dan Luar Negeri ini.

Sosialisasi Empat Pilar ini diselenggarakan MPR RI bekerjasama dengan PGRI Kabupaten Cirebon.

Sumber pks.or.id

PKS SIAK, JAKARTA (31/8) – Musyawarah Nasional (Munas) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-4 bukan saja membahas internal partai, namun dalam Munas tersebut juga akan diagendakan pembahasan tentang permasalahan bangsa dari segi politik, ekonomi, dan sosial.

“PKS berkiprah untuk ikut berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Munas nanti akan menghasilkan Amanat Munas, berupa kebijakan yang bertujuan untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan bermartabat,” ujar Ketua Panitia Pengarah Munas ke-4 PKS, Dr Suswono di Jakarta, Senin (31/8).

Amanat Munas ini, ujar Suswono, akan dituangkan dalam pidato politik yang akan disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS Dr Salim Segaf Al Jufri dan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman.

Suswono juga menjelaskan, sebelum Munas pada tanggal 14-15 September mendatang, terlebih dahulu akan digelar Sidang Majelis Syuro kedua pada tanggal 12-13 September.

“Hasil rapat Majelis Syuro tersebut menghasilkan visi, misi, dan arah kebijakan yang akan disosialisasikan di Munas ke-4 PKS," lanjut Suswono.

Mantan Menteri Pertanian ini menjelaskan Amanat Munas ke-4 PKS akan diturunkan dalam program kerja Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS hingga daerah.

“Seusai pidato Ketua Majelis Syuro dan Presiden PKS, akan diadakan dialog dengan para pengurus di wilayah dan daerah yang kita harapkan dapat menjawab persoalan bangsa,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS, Taufik Ridlo membenarkan masalah-masalah bangsa juga akan dibahas, namun tetap berfokus pada perumusan Amanat Munas.

“Masalah-masalah bangsa dibahas dalam Munas, tetapi bahasan-bahasan khusus tidak akan terlalu menjadi fokus. Kami fokusnya dalam Amanat Munas,” tutup Ketua Panitia Penyelenggara Munas ke-4 PKS tersebut.

Keterangan Foto: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman.

Sumber pks.or.id

PKS SIAK, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan 13 unit helikopter untuk memadamkan api yang melahap lahan dan hutan di Sumatera dan Kalimantan. Selain itu, juga dikerahkan 3 pesawat  terbang untuk modifikasi cuaca mendorong terjadinya hujan buatan.

Berdasarkan data Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kobaran api semakin meluas. Hal itu terlihat dari jumlah titik panas atau hot spot yang terdeteksi saat ini.  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, dari pantauan satelit Modis (Terra dan Aqua) jumlah hot spot di Sumatera mencapai 291 titik. Jumlah tersebut tersebar di beberapa wilayah, meliputi Bengkulu 7 titik, Jambi 87 titik, Sumatera Selatan 130 titik, Riau 47 titik, Lampung 16 titik, Sumatera Utara 3 titik, dan Sumatera Barat 1 titik. Sementara, di Kalimantan terdeteksi 231 hot spot.

Akibatnya, hampir seluruh wilayah Sumatera tertutup kabut asap. Jarak pandang pun otomatis berkurang. Di Pekanbaru, jarak pandang hanya mencapai 1.500 meter sama seperti Jambi. Sedangkan wilayah Rengan dan Pelalawan, masing-masing hanya sejauh 3 Km dan 2 Km. Ketebalan kabut asap pun berdampak pada kualitas udara di wilayah-wilayah tersebut. Menurut Sutopo, kualitas udara sudah dinyatakan tidak sehat. ’’Pada Jumat-Sabtu (28-29 Agustus 2015) lalu sebanyak 218 SD dan 170 SMP-SMA di Kota Jambi diliburkan karena kualitas udara memburuk,’’ keluhnya.

Untuk mengatasi meluasnya kebakaran yang terjadi, Sutopo mengatakan, ada tiga daerah utama yang ditargetkan dapat diguyur hujan buatan ini, yakni Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat. Ratusan ton garam sudah disebar di awan-awan potensial sejak Juni 2015 hingga sekarang. Selain melalui udara, lanjut dia, pemadaman melalui jalur darat juga terus dilakukan. Pemadaman dilakukan bersama BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, MPA dan masyarakat. Dalam penanggulangan bencana asap ini, BNPB telah menyiapkan dana sebesar Rp385 miliar. Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk sewa dan operasional pesawat dan helikopter.

Sumber JPNN

PKS SIAK, Siak - Calon Bupati Siak H. Syamsuar MSi mengaku prihatin dengan anjloknya harga tandan buah sawit (TBS) di tingkat petani. Namun calon bupati yang berpasangan dengan H. Alfedri MSI ini menyarankan petani tidak menjual kebun sawit. Bahkan pasangan nomor urut 1 ini berjanji akan memfasilitasi petani sawit terkait tunggakan kredit ke bank.

Hal ini disampaikannya dalam kampanye dialogis dengan masyarakat Kampung Madura, Maredan Barat, Kecamatan Tualang, Minggu (30/8/2015). Kampanye itu digelar sederhana di rumah tokoh masyarakat setempat.

Tampak hadir mendampingi birokrat ulung ini, anggota DPRD Siak asal Partai Koalisi Suara, Indra Gunawan SE, Gustimar, Masri dan Tim Pemenangan relawan dan simpatisan.

Suasana dialog yang dikoordinir Masri, SH itu, warga terlihat begitu dekat dengan Syamsuar, duduk bersila langsung berhadapan dengan calon Bupati Siak ini.

Syamsuar menyampaikan visi dirinya bersama Alfedri melanjutkan dan menyempurnakan pembangunan Kabupaten Siak menuju kesejahteraan masyarakat lebih baik. Di antaranya, pasangan ini komitmen memperbaiki sarana infrastruktur penghubung antara kampung dan kota, akses ke perekonomian mayarakat, sekolah dan pelayanan publik.

"Terhadap harga sawit, ini pengaruh harga pasaran dunia memang turun. Kami menyarankan petani sawit tidak menjual sawit. Kalau ada persoalan kredit tolong disampaikan kepada kami. Kita akan panggil pimpinan bank untuk membicarakannya, bagaimana memperbaiki  kredit guna meringankan beban pinjaman," ungkap Syamsuar dihadapan masyarakat Kampung Madura yang mayoritas mata pencaharian kebun sawit ini.

Pada kesempatan itu, Syamsuar mengakui bersama Alfendri merupakan pasangan harmonis. Ini membuktikan selama memimpin Siak visi sama. Karena, hubungan baik antara bupati dan Wakil bupati berdampak positip bagi pembangunan daerah.

Oleh karena itu, Syamsuar mengajak masyarakat Maredan Barat menyatukan hati, menyampaikan kepada masyarakat Siak pada Pilkada Siak 9 Desember 2015 mendatang mencoblos nomor 1 pasangan calon Syamsuar Alfedri.

"Satukan hati, suarakan hati, coblos no 1. Kami harapkan pesan disampaikan kepada masyarakat No 1. Kami adalah pasangan harmonis memiliki komitmen sama membangun Siak lebih maju," pungkas Mantan Kepala Inpektorat Riau ini.

Sumber kapurnews

PKS SIAK, PEKANBARU - Wakil Walikota Pekanbaru  Ayat Cahyadi SSi menghadiri acara silaturrahmi warga Sumatra bagian Selatan yaitu Bengkulu, Lampung Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Jambi yang ada di Riau, serta memberikan ceramag agama, di Hotel Grand Centaral, Minggu (30/8/2015).

Suasana kebersamaan dan keakraban sangat terjalin pada acara yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau Zaini Ismail, Ketua Iwasda Provinsi Riau, Ketua IKKS dan beserta pejabat lainnya.

Ayat Cahyadi SSi berterima kasih kepada ketua panitia dan seluruh tamu undangan warga ikatan Sumatra Selatan. Dalam ceramahnya Ayat Cahyadi mengatakan sudah hampir satu bulan Syawal ditinggalkan.

"Dalam kesempatan inilah kita bisa berkumpul, bertatap muka dan saling berjabat tangan untuk saling memaafkan. Ini adalah sebuah tradisi yang bagus yang terus kita pertahankan, maknanya adalah silaturahim saling memaafkan dan membangun kebersamaan dalam menggapai kemajuan masa depan Kota Pekanbaru yang lebih baik,” ujar Ayat.

Dari laporan panitia yang disampaikan, halal bi halal sudah menjadi agenda tahunan Kerukunan Masyarakat Warga Sumatra Bagian Selatan (IKSS) yang berdomisili di Pekanbaru dalam rangka membina silaturahim.

"Saya yakin masih banyak di antara kita yang ingin saling memaafkan tapi karena banyak yang harus dikunjungi tak mungkin dapat berkunjung satu per satu, Insya Allah lewat halal bi halal kita dapat saling bertemu dan memaafkan,” ujar ayat.

Sumber Riaupos