Select Menu

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

Penulis artikel ketua Umum DPD PKS Siak

Oleh : Agus Malik

Lumpuh, itulah gambaran dunia pariwisata saat ini. Salah satu sektor yang paling terpukul saat pandemi Covid-19 adalah sektor pariwisata dan transportasi. 

Lalu bagaimana kondisi Siak hari ini ? Sebagai daerah destinasi wisata utama di Riau tentunya merasakan hal yang sama dengan daerah wisata lainnya di penjuru dunia karena Siak juga sudah menjadi daya tarik wisatawan asing.  
Suasana Istana Siak saat lebaran tahun 2020

Lalu sejauh mana dampaknya?
Saat libur Idul Fitri tiba, Siak sepi sejak hari pertama lebaran. Hasil pengamatan di seputaran Istana Asserayyah Al Hasyimiyah yang menjadi pusat keramaian saat liburan tampak lengang dimana biasanya ribuan masyarakat tumpah ruah dengan tingkat kunjungan tidak kurang dari dua puluh ribu pengunjung tiap harinya khususnya saat lebaran.
Situasi lengang ini sudah terjadi sejak wabah Covid-19 melanda negeri ini dan menjadikan masyarakat yang selama ini ekonominya bergantung pada pariwisata harus berfikir keras untuk merubah bisnisnya agar bisa bertahan hidup di tengah pandemi.

Lalu apa dampak bagi Pemerintah Daerah? Apakah berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) atau biasa saja?

Sejak libur sekolah dimulai pada bulan Maret lalu dan diberlakukannya PSBB di Siak belum ada laporan resmi berkenan dampak ekonomi dari sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah. Hal ini ada dua kemungkinan pertama Pemerintah fokus pada penanganan kasus Covid-19 atau kedua sektor pariwisata tidak berpengaruh sama sekali terhadap keuangan daerah.

Penulis mencoba mengamati situasi di lapangan mengenai hal ini. Jika hal pertama yang menjadi fokus mestinya kebijakan PSBB selama 14 hari yang berakhir 28 Mei 2020 harus bisa menekan laju penyebaran Covid-19 dan ketersediaan APD bagi tenaga medis memadai.

Namun fakta di lapangan masih ditemui tenaga medis di Puskesmas kekurangan masker sebagai APD wajib mereka yang ketersediaannya masih kurang. Kondisi ini tentunya harus menjadi catatan karena realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 cukup besar dan kebutuhan mendasar yang harus diperhatikan adalah ketersediaan APD bagi garda terdepan para pahlawan medis.

Kami beberapa kali turut menyerahkan donasi APD bagi tenaga medis di Siak dan mendengarkan langsung tenaga medis yang mengeluh kondisi mereka baik di RSUD rujukan juga Faskes tingkat pertama Puskesmas yang kekurangan APD padahal mereka harus mendapatkan perhatian khusus menghadapi pandemi. 

Kedua dampak ekonomi terhadap keuangan daerah.
Banyak program yang disiapkan Pemerintah untuk terus menjadikan Siak sebagai daerah destinasi wisata utama di Riau. 

Saat pariwisata terpukul tingkat kunjungan juga jauh berkurang. Lalu apakah PAD juga berkurang dari retribusi langsung maupun tidak langsung?

Inilah saat yang tepat untuk mengevaluasi program milyaran rupiah sektor pariwisata terhadap pendapatan daerah. 
Jika kunjungan menurun dan tidak berpengaruh signifikan berarti Siak masih mengandalkan sektor Migas sebagai pendapatan utama penggerak ekonomi masyarakat.

Jauh sebelum terjadi pandemi tingkat ketergantungan Siak akan Migas sangat tinggi hal ini salah satunya  terlihat jelas saat harga minyak dunia jatuh maka dana bagi hasil dari pusat juga turun drastis sehingga terjadi rasionalisasi besar-besaran anggaran daerah.

Banyak kegiatan ditiadakan dan honor daerah terlunta-lunta. Situasi ini menggambarkan bahwa sektor pariwisata belum berkontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Jadi kalau hari ini Siak sepi pengunjung saat puncak musim liburan tidaklah berdampak terhadap pendapatan daerah dari retribusi pengunjung Istana, parkir dan lainnya.

Contoh lain yang penulis amati adalah kegiatan yang bersifat internasional seperti Tour de Siak yang bertahun-tahun diadakan. Kegiatan ini cukup kita apresiasi karena mengangkat nama daerah ke level dunia. Namun yang patut kita evaluasi adalah seberapa besar wisatawan dalam dan luar negeri yang turut menyaksikan Iven balap sepeda ini dan berapa besar dampak ekonominya bagi daerah. Di lapangan kita amati bahwa acara ini meriah saat opening ceremony dan acara penutupan ketika pembagian hadiah itupun karena ada artis ibukota yang menjadi daya tariknya.

Namun inti kegiatan saat dimulainya balap sepeda dan berakhirnya (start-finish) sepi pengunjung tidak seramai acara konser artis saat pembukaan dan penutupan. Kemudian dampak ekonomi langsung bagi daerah misal dari retribusi penginapan atau pajak rumah makan berapa besar? 

lainnya adalah keberadaan Pasar Seni yang mati suri. Sudah lima tahun Pasar Seni Siak yang dibangun dengan dana yang tidak sedikit belum menunjukkan eksistensinya sejak pertama kali dibuka pada Maret 2015. Pasar ini diharapkan bisa menjadi sentra ekonomi kreatif sebagai pendukung utama kegiatan ekonomi pariwisata Siak. 
Namun keberadaannya di pusat kota Siak belum menjadi penggerak utama ekonomi kreatif sebagaimana pasar pada umumnya. Tentu perlu kerja keras bersama untuk menghidupkan pasar yang megah ini dan Pemerintah sebagai regulator harus mampu mengintegrasikan seluruh potensi wisata yang ada karena Pasar, Negara dan Masyarakat adalah elemen terpenting dalam roda ekonomi dan pembangunan pariwisata suatu daerah.

Setiap program pariwisata yang disusun harus terintegrasi dan berimplikasi pada dampak ekonomi karena kita tidak bisa bergantung cadangan Migas yang akan habis pada waktunya.

Mestinya pariwisata mampu menjadi sektor unggulan untuk meningkatkan pendapatan daerah bukan menyedot anggaran tanpa evaluasi.

Harga minyak dunia saat ini turun drastis dan pariwisatapun lumpuh, tantangan kita jauh lebih berat agar bisa bertahan.

Kita harus lakukan hal yang tidak biasa agar Siak mendunia.
Agus Malik Petani Muda
KETAHANAN PANGAN DAN EKONOMI DITENGAH PANDEMI (3)

Oleh : Agus Malik

Lebaran kali ini memiliki esensi yang tak berbeda meski dilalui dalam suasana tidak seperti tahun sebelumnya. Ya lebaran ditengah wabah Corona yang menghenyakkan seluruh dunia.

Lebaran ditengah pandemi Covid-19 adalah cara kita untuk bisa terus bertahan dengan terus menjaga arahan dari Agama dan aturan dari Pemerintah menjalaninya dengan protokol kesehatan dalam setiap interaksi sosial.

Siak adalah salah satu daerah yang menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dalam upaya menjaga memutus mata rantai wabah yang kita masih belum tahu sampai kapan kondisi ini akan berakhir.

Libur sekolah sudah dilakukan sejak Maret 2020 dan bagi sebagian siswa mengalami kelulusan dan kenaikan kelas dalam suasana yang tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Hingga saat ini grafik pandemi di negara ini belum melandai sebagaimana negara lainnya. Upaya untuk terus bertahan bukan sekedar dari sisi kesehatan namun juga sisi ketahanan pangan. Hal ini penting karena daya tahan masyarakat dalam jangka panjang perlu disiapkan dari sekarang.

Siak adalah salah daerah pertanian yang harus memastikan ketahanan pangan nasional dimulai dari rumah tangga kita.

Saat ini lahan pertanian tanaman padi sebagai bahan pokok utama tersebar di kecamatan Bunga Raya, Sabak Auh dan Sungai Mandau.

Luas lahan tanaman padi ditiga kecamatan tersebut masih harus diperluas hingga minimal bisa memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Siak sehingga saat pandemi masih berlangsung kebutuhan minimal bahan pokok utama masih bisa dicukupi secara mandiri.

Kita prihatin luas lahan sawah di Siak masih kalah jauh dari luas lahan perkebunan kelapa sawit yang saat ini menjadi primadona ekonomi masyarakat. 

Banyak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tersebar di hampir separuh kecamatan di Siak namun belum ada satupun pabrik pengilangan padi di Siak. Hal ini menunjukkan pertanian kita masih belum dominan diminati masyarakat.

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga ketahan pangan dan ekonomi daerah agar tangguh saat menghadapi wabah pertama melakukan perluasan lahan pangan khususnya area persawahan padi. 

Kedua, diversifikasi pangan hortikultura untuk menunjang kawasan pangan mandiri. Selain padi harus ada sentra pertanian sayur mayur juga buah-buahan.

Ketiga, melakukan insentif dan subsidi untuk mengendalikan stabilitas harga pangan.

Keempat, mendorong industri pertanian dari hulu sampai hilir sehingga pertanian menjadi primadona dan penopang ketahanan pangan. 

Siak memiliki Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang bisa dimanfaatkan untuk menopang industri pertanian. Di Kecamatan Sungai Apit saat ini menjadi sentra buah nanas di Siak dan potensi ini harus diperhatikan dan dikembangkan industri hilir pengolahan nanas dan juga tentunya industri pengilangan padi skala besar.

Pengembangan industri pertanian harus dipasok bahan baku pangan yang mencukupi seperti industri pengolahan kelapa sawit yang sudah ada terlebih dahulu.

Industri pangan tidak akan pernah putus meski terjadi pandemi karena setiap orang pasti butuh makan setiap hari dan pertanian tidak boleh berhenti berproduksi.

Hal penting yang harus kita ambil hikmah saat ini adalah memperkuat basis pangan kita dan setelah pandemi berlalu kita bisa mengembangkan kapasitas pertanian kita dalam skala besar bahkan mendunia.

Ada kisah menarik di Thailand dimana buah-buahan disana bisa menjadi oleh-oleh wisatawan untuk dibawa pulang ke negara masing-masing. Hal ini yang harus kita integrasikan di Siak agar pertanian dan pariwisata bersinergi menjadi penggerak ekonomi. Sebagai daerah wisata Siak memiliki potensi besar agar produk pertaniannya mendunia. 
Penguatan basis produksi dan pasar wisatawan yang besar adalah potensi yang harus dimaksimalkan.

Pandemi ini harus menjadikan kita bekerja lebih keras untuk rakyat agar stabilitas sosial terjaga dengan baik. 
Stabilitas sosial dimulai dari stabilitas pangan dengan tercukupinya pasokan pangan rumah tangga setiap harinya.

Mari menanam dan bangga menjadi petani

2 Syawal 1441 H
Siak, Seiring dengan penetapan PSBB di Kabupaten Siak, Anggota DPR RI Fraksi PKS Chairul Anwar, Apt menyerahkan Alat Pelindung Diri (APD) dan Alat kesehatan untuk tenaga kesehatan di RSUD Tengku Rafi'an Kabupaten Siak, Hal ini sesuai yang disampaikan Ketua DPD PKS Siak Agus Malik, ST selaku perwakilan dari Chairul Anwar di Siak (18/5)

“Hari ini kami menyerahkan sejumlah APD  dan alat kesehatan untuk tenaga kesehatan di RSUD Tengku Rafian Siak, Mudah-mudahan APD yang kami serahkan bisa bermanfaat bagi para tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan penangan wabah COVID-19 di masa pandemi ini, dan kita berharap agar wabah ini segera berakhir dan kita bisa beraktifitas lagi seperti biasanya,” ungkap  Agus Malik (18/05/2020).

Penyerahan APD yang diwakili ketua DPD PKS dan disaksikan anggota DPRD Siak, H. Kusman Jaya. APD yang diserahkan diterima langsung Direktur RSUD Tengku Rafi'an Kabupaten Siak dr Beny

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Chairul Anwar selaku Anggota DPR RI yang menyerahkan APD ini kepada kami, Bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu kami dalam menangani Covid-19 di Siak, karena APD saat ini merupakan barang langka yang sangat dibutuhkan oleh tenaga medis kami, semoga ini bisa menjadi penyemangat kepada petugas medis kami dalam bertugas,” ungkap dr Beny.
Chairul Anwar berharap agar wabah Covid-19 di Kabupaten Siak tidak meluas dan segera teatasi. “Kami berharap agar tenaga medis sebagai garda terdepan bersabar dan selalu waspada dalam menghadapi wabah Covid-19 ini, Semoga kita bisa melewati permasalahan ini dan bisa kembali beraktifitas normal,” tutup Politisi PKS
Penyerahan paket sembako diwakili ketua fraksi PKS DPRD Siak, Sudarman

Selain itu, Politisi PKS dapil Riau 1 Chairul Anwar juga bagikan 500 paket sembako untuk masyarakat Siak terdampak Covid-19, paket berisi beras, minyak goreng dan gula pasir dibagikan melalui tim yang ada disetiap kecamatan, masyarakat sangat merasa senang atas bantuan paket sembako itu karena selain telah diterapkannya PSBB di Siak juga akan menghadapi Lebaran.

"Saya sangat berterima kasih kepada Anggota DPR RI bapak Chairul Anwar yang memberikan paket sembako pada waktu yang tepat saat kami membutuhkan, ucap Desniwati.
SUNGAI APIT. Ketua DPC PKS Sungai Apit Mahmud Wahyudi  bersama anggota DPRD dari PKS Muslim, AMd menyantuni anak yatim di Kelurahan Sungai apit, Kampung Dalam dan dusun Tengah Teluk Batil, Rabu (13/05/2020).

Dalam kesempatan tersebut 26 orang anak yatim piatu yg hadir tampak tidak bisa menyembunyikan kebahagian di raut wajah mereka. Menurut Wahyudi anak yatim juga harus ada yang perhatikan

"Anak anak yatim sedianya kita harus beri perhatian, karena siapa lagi kalau bukan kita yang harus peduli dan memperhatikan mereka, Islam menempatkan anak yatim dalam posisi yang sangat istimewa. Secara khusus, dalam Alquran tercatat sebanyak 22 ayat tentang anak yatim"ucapnya

Lanjutnya, Memperhatikan dan membahagiakan anak yatim merupakan ibadah dan amal sosial kita terhadap lingkungan," ujar Wahyudi.

Pada kesempatan dan tempat yang sama, anggota DPRD F-PKS Kab Siak Muslim, A.md mengatakan 

"Menyantuni anak yatim adalah bagian  ibadah dan komitmen sebagai upaya membangun masyarakat yang adil makmur dan sejahtera", ujarnya

Muslim selaku Anggota Dewan menyoroti betul bagaimana program program pemerintah yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan anak dapat berjalan dengan optimal.

Ianya juga mendukung agar pendidikan agama di Kabupaten Siak mendapat porsi yang lebih baik sehingga anak anak dapat memiliki akhlak yang baik dan menjadi generasi penerus bangsa yang berprestasi.
Tualang, Ketua DPC PKS Tualang Irpan Ardiansyah bersama struktur dan jajarannya menjalankan agenda rutin tahunan yakni membagikan paket takjil gratis kepada Masyarakat di Tualang. Ahad (10/5)

Pada kesempatan Kali ini turut hadir juga Anggota DPRD dari PKS dapil Tualang Tengku Muhammad, S.IP yang juga di dampingi oleh petugas dari Kepolisian Sektor Tualang dalam menjalankan tugasnya mengatur lalu lintas di Perempatan Simp KPR1.

Ada lebih dari 230 Paket yang di himpun dari Seluruh donatur yang juga merupakan kader dan simpatisan PKS di Tualang, tinggi nya antusiasme masyarakat dalam menerima paket ini tidak lebih dari 15 menit paket yang di bagikan sudah habis.

Ketua DPC PKS Tualang Irpan Ardiansyah juga sedikit berpesan kepada Masyarakat yang di beri paket takjil untuk segera kembali ke rumah dan jika harus Keluar rumah tetap menggunakan Masker serta untuk keperluan yang Mendesak saja.