Select Menu

Berita PKS

Nasional

Alam Islami

Analisa & Opini

Sejarah

Muslimah

Fiqh Dakwah

Saintek

Video Pilihan

pkssiak.org - Dalam sejarah, Islam pernah menaklukkan benua Eropa. Siapa sangka salah satu dari Panglima Perang saat itu adalah seorang pemuda yang sangat saleh, berusia 21 tahun, yang bernama Sultan Muhammad Al Fatih (30 Maret 14323 Mei 1481) . Ia merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun.
 
Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu' setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di 'Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).
Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambul (Islam keseluruhannya) . Kini nama tersebut telah diganti oleh Mustafa Kemal Ataturk menjadi Istanbul. Untuk memperingati jasanya, Masjid Al Fatih telah dibangun di sebelah makamnya.
 
Diceritakan bahwa tentara Sultan Muhammad Al Fatih tidak pernah meninggalkan solat wajib sejak baligh & separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan solat tahajjud sejak baligh. Hanya Sulthan Muhammad Al Fatih saja yang tidak pernah meninggalkan solat wajib, tahajud & rawatib sejak baligh hingga saat kematiannya.
 
Kejayaan dan kesuksesan hidup ia telah raih di usia yang begitu muda. Ia-pun dikenang jutaan manusia sepanjang abad. Harum nama Sultan Al Fatih diperoleh berkat keshalehan, keberanian dan kemuliaan akhlaknya. Sebagai jenderal beliau memimpin laskar islam menaklukkan benteng terkuat imperium Byzantium , Konstantinopel. Kota ini diubahnya menjadi kota Istambul. Dari sini beliau menebarkan kasih sayang islam di bumi eropa.

Apa rahasia dibalik semua kesuksesan beliau? Ternyata rahasianya beliau sangat kuat shalat malamnya yaitu tahajud. Bukankah Rasulullah saw  SAW menegakkan shalat tahajud sepanjang malam dan setiap hari? Bukankah beliau Rasulullah saw  SAW shalat tahajud merupakan kewajiban yang tak bisa beliau tinggalkan dalam setiap perjuanganya.

Jika anda bertanya, apakah benar Muhammad Al Fatih sudah melakukan tindakan besar yang megubah sejarah peradaban dunia?
Ya, dalam sejarah, hal ini tidak aneh. Bukankah sahabat Rasulullah saw  SAW bernama Usamah juga menjadi panglima perang dalam usia 18 tahun. Sementara yang menjadi prajuritnya adalah Umar bin Khatab sahabat Rasulullah saw  SAW yang waktu itu sudah tua. Ini menunjukkan betapa kualitas keimanan dan kekuatan ruhani Usamah menjadi salah satu ukuran yang dipertimbangkan Rasulullah saw  SAW ketika menetapkan Usamah memimpin ekspedisi militer menghadapi kekuatan super power Romawi?

Namun Sang Pedang Malam, orang asia bernama Muhammad Al Fatih merontokkan super power Romawi pada 1453, agak unik. Beliau ahli shalat malam (tahajud), ahli qiyamul lail. Beliau selau kontak dengan energi terbesar di alam semesta ini, Allah SWT. Beliau selalu taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah SWT, Pemilik dan Penguasa Tunggal Alam semesta.

Sejak kecil  Sultan Muhammad Al Fatih dididik oleh seorang wali. Beliau tumbuh menjadi remaja yang memiliki kepribadian unggul. Beliau jadi Sultan, dalam usia 19 tahun menggantikan sang ayah.

Bagaimana sifat Sultan Muhammad Al Fatih sehingga beliau mampu memetik keberhasilan dalam hidupnya dengan sangat efektif, merebut benteng Konstantinopel yang kokoh itu. “sifatnya tenang, berani, sabar menanggung penderitaan, tegas dalam membuat keputusan dan mempunyai kemampuan mengawasi diri (self control) yang luar biasa. Kemampuanya dalam memimpin dan mengatur pemerintahan sangat menonjol.”

Sultan Muhammad Al Fatih sangat tegas terhadap musuh. Namun, lembut qolbunya bagai selembar sutra dalam menghadapi rakyat yang dipimpinnya. Kebiasaan Sultan Muhammad Al Fatih, unik. Beliau selalu berkeliling di malam hari, memeriksa kondisi teman dan rakyatnya. Sengaja beliau berkeliling untuk memastikan agar rakyat dan kawan-kawanya menegakkan shalat malam dan qiyamullail.

Qiyamul lail, shalat tahajud, inilah senjata utama Muhammad Al Fatih dalam mengarungi kehidupan di dunia yang fana ini. Inilah Pedang Malam, yang selalu diasahnya dengan tulus ikhlas dan khusuk, ditegakkan setiap malam.
Dengan pedang malam ini timbul energi yang luar biasa dari pasukan Muhammad Al Fatih. Sjarah mencatat Muhammad Al Fatih yang baru berusia 21 tahun berhasil menggapai sukses besar, menerobos benteng Konstantinopel, setelah dikepung beberapa bulan maka takluklah Konstantinopel.

Suatu hari timbul soal ketika pasukan islam hendak melaksanakan shalat jum’at yang pertama kali di kota itu.
 
“Siapakah yang layak menjadi imam shalat jum’at?” tak ada jawaban. Tak ada yang berani yang menawarkan diri ! lalu Muhammad Al Fatih tegak berdiri. Beliau meminta kepada seluruh rakyatnya untuk bangun berdiri.
 
Kemudian beliau bertanya. “ Siapakah diantara kalian yang sejak remaja, sejak akhil baligh hingga hari ini pernah meninggalkan meninggalkan shalat wajin lima waktu, silakan duduk!!” Subhanalloh……!!! Maha suci Allah ! tak seorangpun pasukan islam yang duduk. Semua tegak berdiri. Apa artinya? Itu berarti, tentara islam pimpinan Muhammad Al Fatih sejak masa remaja mereka hingga hari ini, tak seorangpun yang meninggalkan shalat fardhu. Tak sekalipun mereka melalaikan shalat fardhu. Luar biasa…..!!!!! !

Lalu Muhammad Al Fatih kembali bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak baligh dahulu hingga hari ini pernah meninggalkan shalat sunah rawatib? Kalau ada yang pernah meninggalkan shalat sunah sekali saja silakan duduk!!!”. Sebagian lainya segera duduk. Artinya, pasuka islam sejak remaja mereka ada yang teguh hati, tidak pernah meninggalkan shalat sunah setelah maghrib, dua roka’at sebelu shubuh dan shalat rowatib lainaya. Namun ada yang pernah meninggalkanya. Betapa kualitas karakter dan keimanan mereka sebagai muslim sungguh bernilai tinggi, sungguh jujur, pasukan islam Al Fatih.

Dengan mengedarkan matanya ke seluruh rakyat dan pasukanya Muammad Al Fatih kembali berseru lalu bertanya: “ Siapa diantara kalian yang sejak masa akhil baligh sampai hari ini pernah meninggalkan shalat tahajud di kesunyian malam? Yang pernah meninggalkan atau kosong satu malam saja, silakan duduk!!”
 
Apa yang terjadi…???? Terlukislah pemandangan yang menakjubkan sejarawan barat dan timur. Semua yang hadir dengan cepat duduk!!” Hanya ada seorang saja yang tetap tegak berdiri. Siapakah dia??? dialah, Sultan Muhammad Al Fatih, sang penakluk benteng super power Byzantium Konstantinopel. Beliaulah yang pantas menjadi imam shalat jumat hari itu. Karena hanya Al Fatih seorang yang sejak remaja selalu mengisi butir-butir malam sunyinya dengan bersujud kepada Allah SWT, tidak pernah kosong/absen semalampun.
 
Dalam sejarah ditulis, bahwa pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih tiba di kota Konstantinopel pada hari Kamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M. Di hadapan tentaranya, Sulthan Al-Fatih lebih dahulu berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad, kepentingan memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah Subhana Wa Ta'ala. Dia juga membacakan ayat-ayat Al-Qur'an mengenainya serta hadis Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentang pembukaan kota Konstantinopel. Ini semua memberikan semangat yang tinggi pada bala tentera dan lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah Subhana Wa Ta'ala.
 
Sultan Muhammad Al-Fatih pun melancarkan serangan besar-besaran ke benteng Bizantium di sana. Takbir "Allahu Akbar, Allahu Akbar!" terus membahana di angkasa Konstantinopel seakan-akan meruntuhkan langit kota itu. Pada 27 Mei 1453, Sultan Muhammad Al-Fatih bersama tentaranya berusaha keras membersihkan diri di hadapan Allah Subhana Wa Ta'ala. Mereka memperbanyak shalat, doa, dan dzikir. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentara Utsmaniyyah akhirnya berhasil menembus kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih, akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka.
 

Sejak abad kedelapan sahabat Rasulullah saw  berusaha merebut benteng ini. Salah satunya Abu Ayyub Al Anshari namun gagal. Baru setelah enam abad kemudian benteng itu berhasil direbut dibawah pimpinan Muhammad Al Fatih.Karena jasanya inilah beliau diberi gelar Al Fatih (sang pembuka) yaitu membuka kota Byzantium yang dulunya adalah Konstantinopel. Beliau adalah seorang pemberani, ahli strategi militer, juga istiqomah dalam shalat tahajudnya.

Itulah sebuah kisah sejarah yang sungguh indah dalam bungkai ketakwaan kepada Allah SWT. Kisah Pedang Malam yang merupakan rahasia sukses dari seorang pribadi penggubah sejarah, bernama Muhammad Al Fatih, orang asia asal Turki, yang baru berusia 21 tahun. Shalat Tahajud merupakan modal yang sangat penting untuk membangun kekuatan ruhiyah dalam kesuksesan Al Fatih dikemudian hari.
Sehingga islam jaya, berpendar-pendar cahayanya selama 500 tahun di bumi eropa sejak abad ke-15. Semuanya berasal dari Pedang Malam Al Fatih yang amat begitu luar biasa.
 
Keberadaan Muhammad Al-Fatih telah diprediksi oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya: “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].
 
Dalam hadist lain diriwayatkan, :”Aku mendengar baginda Rasulullah S.A.W mengatakan seorang lelaki soleh akan dikuburkan di bawah tembok tersebut & aku juga ingin mendengar derapan tapak kaki kuda yang membawa sebaik-baik raja yang mana dia akan memimpin sebaik-baik tentara seperti yang telah diisyaratkan oleh baginda" (Abu Ayyub al-Anshari)
 
Maasyaa Allah, Luar biasa……Sultan Muhammad Al Fatih (Sang Pembuka)……!!!!
 
Ya Allah, aku bermohon pada-Mu agar Engkau jadikan kami dan sahabat kami semua yang membaca artikel ini semua, menjadi ahli Tahajjud, ahli Qiyamul lail, seperti halnya Rasulullah dan Keluarganya, sahabatnya dan seperti Si Pedang Malam, Sultan Muhammad Al Fatih. Amiin.
http://lampuislam.blogspot.com/2013/09/kisah-kesalehan-muhammad-al-fatih-sang.html

pkssiak.org - Menanggapi pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan yang sedang bersiap membuat aturan tata tertib berdoa di sekolah negeri yang dianggap sebagian kalangan selama ini tertalu dominan Islam (dan sekarang hendak dirubah oleh Mendikbud baru), Ustadz Yusuf Mansur menyatakan kekecewaannya, bahkan atas rezim yang ingin meminggirkan Islam dari sekolah itu, ia ingin segera diadakan Pemilihan Presiden lagi agar rezim segera berganti. (Baca: Anies Baswedan Siapkan Aturan Berdoa di Sekolah Agar Tak Didominasi Islam)

“Aaaaammmmpuuuuunnnn… asli aammmmpppuuuunnnnn yaaa Allah. sedih, marah, ngenes….pengen cepet2 pilpres baru lagi aja,” tulis dai kondang ini melalui akun twiternya @Yusuf_Mansur, Selasa (9/12/2014).

Ia mengaku selama ini selalu diam atas kebijakan pemerintah.

“Saya dulu diem dan ngebela siapapun yang memerintah. Tapi kalo sampe nyentuh udah urusan kayak doa di awal pagi di sekolah-sekolah, males banget diem.”

“Susah payah kawan mengusahakan ada ngaji, doa-doa, asmaa-ul husnaa di sekolah-sekolah swasta dan negeri. Tapi yaaa ampuuunnn… ada yang mau ngoreksi,” terangnya.

Ia menyebutkan bahwa selama ini sudah susah payah kawan-kawan aktivis mengawal agar anak-anak berkah pelajaran dan hidupnya dengan memberlakukan dhuha dulu di awal. Juga dilaksanakan doa di awal  dan di akhir pembelajaran.

“Tapi barusan saya denger kalimat jahat banget, yang menganggap bahwa ini adalah upaya pemaksaan praktik agama. Yaaa Allah…” paparnya.

Ia mengajak agar kaum Muslimin berdoa untuk negeri Indonesia.

“Doa dah buat negeri yang kayaknya udah ga kepengen lagi jadi negeri yang dominan muslim dan Islamnya. Tau dah nih.”

Ia juga mengkhawatirkan ke depannya, Islam akan semakin terpinggirkan.

“Makin alergi aja dengan Islam dan simbol-simbol agama Islam. Ampun. Ampun yaaa Allah. Ampunin kami. Bukannya bela agamaMu, malah jd begini. Besok-besok ga boleh adzan lagi nih di masjid, sebab nunjukin dominan juga. Toh gereja, dan pusat-pusat agama lain, ga pake pengeras suara keluar,” ujarnya.

Ia khawatir bahwa toleransi yang selama ini berjalan akan ternodai karena isu ini.

“Selama ini, toleransi dah jalan dengan sangat damai. Yaaa Allah, jahat dan bodoh banget sih mereka-mereka ini. Apalagi kalo ia adalah Muslim juga.”

*sumber: fimadani.com, twitter


pkssiak.org - Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) didemo sekolompok masyarakat yang menamakan diri mereka Laskar Anti Korupsi (LAK). Dalam orasinya siang tadi, Selasa (09/12/2014), mereka menuntut agar KPK tidak tebang pilih dalam menyelesaikan kasus korupsi.
Selain itu para demonstran juga menyampaikan soal pajak yang terlalu dibebankan ke rakyat, padahal penggunaan pajak tersebut terlihat tidak adanya transparansi, sehingga ini akan memberikan celah pada para pejabat yang berwenang untuk melakukan tindak korupsi.
Selesai berunjuk rasa, para pendemo tersebut menyerahkan dokumen berisi bukti korupsi Persiden Joko Widodo selama menjabat Walikota Solo kepada KPK. Menurut mereka, hasil investigasi dari tim Laskar Anti Korupsi di Solo Jawa Tengah, ditemukan banyak bukti korupsi yang melibatkan Jokowi. Diantaranya proyek mobil SMK, program revitalisasi Pasar Klewer dan lain-lain.
“Setidaknya Ada 8 bundel yang akan diserahkan ke KPK,” ungkap Sekjen DPP LAK, Hasbi Ibrahim.
Menurut Hasbi Ibrahim, pihaknya memiliki bukti-bukti kuat adanya korupsi di Kota Solo. Namun bukan hanya dokumen, pihak DPP juga akan menghadirkan  saksi-saksi dari kalangan pejabat era Walikota Jokowi di Solo.
"Tetapi Laskar Anti Korupsi di sini tidak langsung menuduh atau menduga langsung  kepada jokowi, entah siapa yang bersalah, kita serahkan kepada pihak KPK, dan kita akan kawal terus kasus tersebut," ucap hasbi
Hasbi Ibrahim juga menegaskan pihaknya mendesak KPK untuk tidak pilih-pilih dalam menegakkan kebenaran terutama perihal pemberantasan korupsi. Ia pun berharap Presiden Jokowi, harus mendukung upaya pemeberantasan korupsi.

“KPK sebagai pejabat berwenang tidak tebang pilih terutama memanggil Jokowi untuk dijadikan sebagai saksi,” tegas Hasbi.

Smber: FastNewsIndonesia
Ustadz Yusuf Mansur - Foto : Twitter
pkssiak.org - Upaya Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Pendidikan Dasar untuk melakukan penelaahan kembali (review) dan revisi  tata tertib dalam pembacaan doa saat awal belajar dan pulang sekolah khususnya di sekolah negeri, membuat Ustadz Yusuf Mansur sebagai Pemimpin  Pesantren Darul Qur’an Internasional, Ketapang Tangerang, sangat prihatin.

Ustadz Yusuf Mansur menyatakan rasa kecewa sekaligus keprihatinannya melalui akun twitter pribadinya, @yusufmansur.

Inilah kicauan Ustadz yang terkenal ceplas ceplos dan dikagumi banyak remaja di Indonesia, soal revisi doa di sekolah negeri.

#sekolah susah payah kwn2 mengusahakan ada ngaji, doa2, asmaa-ul husnaa di sekolah2 swasta&negeri. tp yaaa ampuuunnn... ada yg mau ngoreksi.

#sekolah susah payah kwn2 mengawal agar anak2 berkah pelajaran&hidupnya, dg memberlakukan dhuha dulu di awal. doa di awal&di akhir.

#sekolah tapi barusan saya denger kalimat jahat banget, yg menganggap bhw ini adalah upaya pemaksaan praktik agama. Yaaa Allah...

met zuhur sob... met zuhur sis... doa dah buat negeri yg kayaknya udah ga kepengen lagi jd negeri yg dominan muslim&Islamnya. tau dah nih.

makin alergi aja dg Islam dan simbol2 agama Islam. ampun. ampun yaaa Allah. ampunin kami. bukannya bela agamaMu. malah jd begini.

makin alergi aja dg Islam dan simbol2 agama Islam. ampun. ampun yaaa Allah. ampunin kami. bukannya bela agamaMu. malah jd begini.

besok2 ga boleh azan lagi nih di masjid. sbb nunjukin dominan jg. toh gereja, &pusat2 agama lain, ga pake pengeras suara keluar.

selama ini, toleransi dah jalan dg sangat damai. yaaa Allah, jahat dan bodoh banget sih mereka2 ini. apalagi kalo ia adalah muslim jg.

aaaaammmmpuuuuunnnn... asli aammmmpppuuuunnnnn yaaa Allah. sedih, marah, ngenes....pengen cepet2 pilpres baru lagi aja.

pengen pilih yg nyata2 bnr2 bela agama, tnp perlu jg berantem. pengen pilih yg nyata2 bnr2 bela agama, tnp perlu kekerasan. met zuhur ya..

saya dulu diem. dan ngebela siapapun yg memerintah. tapi kalo sampe nyentuh udah urusan kayak doa di awal pg di sekolah2, males banget diem.

apalagi sampe nyentuh masjid2... bnr2 males diem!!!

Seperti diketahui, dalam sebuah jumpa pers di Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar tanggal 1 Desember 2014, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Anies Baswedan menjelaskan kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar tengah mengevaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM) yang berlangsung di sekolah negeri. Salah satu hal yang akan dievaluasi adalah tata cara membuka dan menutup  KBM dengan berdoa.

"Saat ini kita sedang menyusun, tatib soal aktivitas ini, bagaimana memulai dan menutup sekolah, termasuk soal doa yang memang menimbulkan masalah. Ini sedang direview dengan biro hukum," ujar Anies .

Pasalnya, doa pembukaan dan penutupan KBM di sekolah negeri yang selama ini menggunakan tata cara agama Islam, dianggap Anies Baswedan menjadi bentuk “promosi” agama tertentu. Padahal, menurut Anies, sekolah bukanlah tempat untuk mempromosikan agama tertentu.

"Sekolah negeri menjadi sekolah yang mempromosikan sikap berketuhanan yang Maha Esa, bukan satu agama," tutup Anies.

-------

Terkait hal tersebut, Lilis, seorang pengajar sekolah dasar negeri di Karawang menjelaskan, sebenarnya doa pembukaan dan penutupan KBM tak wajib diikuti oleh siswa beragama selain Islam.

“Selama doa pembukaan dan penutupan, siswa non muslim kami persilakan untuk berdoa sendiri. Bisa di dalam kelas, bisa pula di luar kelas,”ujar Lilis, Selasa 9 Desember 2014.

Lilis bahkan menunjuk sekolah swasta non Islam lah yang justru menerapkan doa khas menurut agama yang dijadikan landasan ideologis sekolah tersebut.

“Maaf, saya justru tahu bahwa sekolah swasta non muslim yang memaksa siswa muslim untuk turut berdoa menurut ajaran agama yang dianut sekolah tersebut,” ujar Lilis.

Anton Chandra, seorang pengajar di sekolah swasta nasional (tak terafiliasi dengan agama tertentu), membenarkan pendapat Lilis. Menurut Anton, di tempat mengajarnya dahulu (sekolah swasta Katolik), siswa diwajibkan untuk berdoa menurut keyakinan Katolik. Hal itu bahkan diperkuat dengan surat pernyataan di atas meterai yang intinya mengizinkan siswa untuk dididik berdasarkan iman Katolik, apapun agamanya.

“Memang, kalau di sekolah swasta Katolik, siswa diharuskan berdoa menurut tatacara Katolik. Mirip dengan pesantren lah. Masalahnya, di pesantren kan nggak ada siswa beragama selain Islam,” urai Anton di Tangerang, 7 Desember 2014.

Menurut Lilis dan Anton, pemerintah tak perlu mengubah tata tertib sekolah negeri yang selama ini sudah berjalan baik.

“Saya rasa, berdoa menurut agama Islam, bukan sebuah promosi agama. Pendapat itu keliru. Apalagi bila dikatakan oleh seorang menteri pendidikan,”tutup Anton. (fs/pkspiyungan.org)
pkssiak.org - Selama sembilan tahun terakhir (2005-2014), sekitar 2.500 perahu nelayan tradisional asal provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah dimusnahkan oleh Pemerintah Australia tanpa tuduhan yang jelas.

"Selain perahu, tidak sedikit nelayan tradisional asal provinsi kepulauan itu juga telah diadili dan menjalani hukuman dengan tuduhan memasuki wilayah perairan negara itu secara ilegal," kata Mantan Agen Imigrasi Australia Ferdi Tanoni di Kupang, Selasa.

"Memang banyak juga nelayan yang tidak diadili dan di deportasi kembali ke Indonesia, tetapi tidak sedikit yang menjalani proses hukum, sebelum di deportasi" katanya.

Ferdi Tanoni yang juga Pembela Nelayan Tradisional Laut Timor itu mengatakan, tuduhan Pemerintah Australia terhadap para nelayan tradisional itu sama sekali tidak mendasar.

Sebagai bukti, kata dia, pada bulan Juni 2014 lalu, Pengadilan Federal Australia di Darwin memenangkan perkara dari seorang nelayan asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dituduh Pemerintah Australia melanggar perairan namun tidak terbukti.

Pengadilan kemudian memerintahkan Pemerintah Australia untuk membayar ganti rugi kepada nelayan asal Kupang itu sebesar 60 ribu Dolar Australia atau sekitar Rp660 juta.

Artinya, apa yang dituduhkan oleh Pemerintah Australia terhadap para nelayan tradisional selama sembilan tahun terakhir tidak mendasar.

Hanya saja, para nelayan tidak memiliki kemampuan untuk melakukan upaya hukum dengan menggugat pemerintah di Pengadilan Federal Australia di Darwin, katanya.

Dia menambahkan, kalaupun para nelayan tradisional itu melanggar perairan negara itu, mestinya tidak perlu dihukum tetapi dikembalikan saja ke Indonesia.

Alasannya karena para nelayan tradisional itu hanya mencari biota laut di perairan batas dua negara itu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Para nelayan ini bukan merupakan bagian dari jaringan mafia pencurian ikan di wilayah perairan negara itu, katanya.

"Kalaupun mereka memasuki wilayah perairan Australia, mestinya aparat keamanan mengembalikan mereka ke Indonesia. Mereka nelayan-nelayan kecil bukan beroperasi dengan kapal-kapal raksasa mencuri ikan," kata Ferdi Tanoni.

Apalagi para nelayan ini sudah melakukan aktivitas dibatas dua negara itu sejak sekitar 400 tahun lalu secara turun temurun.(rr)

sumber: Antara