Select Menu

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

PKS SIAK, SIAK – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) M. Jusuf Kalla menghadiri acara Hari Lingkungan Hidup (HLH) di Kabupaten Siak, Jumat (22/7/16). Wapres membawa 5 Menteri di Kabinet Indonesia Kerja, Menteri Dalam Negeri Ttahjo Komulo, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Agama, Menteri Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi, Menteri Pendidikan disambut dengan pencak silat dan kompang mengiringi orang nomor Dua di Republik Indonesia dan rombongan masuk di tempat acara.

Didalam ruangan, sebelum acara dimulai. JK disambut langsung dengan tari persembahan, dilanjutkan dengan persembahan dari para siswa yang SLTA yang membawa lagu daerah 34 Propinsi se-Indonesia.

Tampak hadir, para Gubernur dan Wali kota/Bupati yang menerima penghargaan dari Wapres, Pejabat Negara, Gubernur Riau, Forkompimda Riau, Bupati Siak H Syamsuar, Wakil Bupati Siak H Alfedri, Forkompimda Siak dan para tamu undangan lainnya.
Jusuf Kalla memberikan penghargaan Kalpataru, Nirwasita Tantra, Adipura Paripurna, Buwana dan Kirana serta Adiwiyata Mandiri sebagai wujud apresiasi kepada para pejuang lingkungan, pimpinan daerah yang berhasil dalam pengelolaan lingkungan di daerah, serta sekolah/guru peduli lingkungan. Pemberian penghargaan ini dilaksanakan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2016 Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Istana Siak Sri Indrapura Provinsi Riau. (Info Siak.com)

PKS SIAK, Jakarta - Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri menjelaskan bahwa seorang kader PKS tidak boleh merasa dirinya yang paling baik. Kader PKS harus bekerja bersama dengan seluruh elemen masyarakat untuk berkhidmat untuk rakyat.

"Jangan kita berpikir nikmat dakwah ini milik kita saja. Sekian miliar manusia beriman tapi Allah berikan kenikmatan dalam barisan dakwah salah satunya ke kita. Tapi tidak boleh kita merasa kita yang terbaik, kita yang sudah berkontribusi, bahwa saya yang paling baik, saya yang menjadikannya baik. Pikiran itulah awal dari kehancuran orang itu sendiri," ungkapnya saat memberikan tausyiah kepada ratusan kader PKS se Banten, Jakarta, Jawa Barat (Banjabar), Kamis lalu (22/7/2016).

Salim menegaskan bahwa kehebatan-kehebatan yang mungkin dilakukan bukanlah dari individu melainkan datang dari Allah swt. Maka kader PKS semestinya harus semangat berlomba-lomba dalam kebaikan dengan orang lain.

"Yang membuat seseorang itu membawa hidayah bukan kehebatan dia tapi Allah yang bukakan hati si fulan. Tidak boleh klaim kita yang paling bagus. Banyak yang di luar sana berbuat banyak kebaikan juga. Mari bangkitkan semangat, jangan kalah kebaikannya sama yang lain," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Habib Salim ini juga mengingatkan bahwa PKS berdiri bukanlah mencari kursi (jabatan, red), melainkan mencari ridho Allah.

"Ketika kita proklamirkan bahwa kita PKS, bukan mau cari kursi. Tapi ini dakwah, mencari keridhoan Allah dengan berkhidmat untuk rakyat. Semua kita tahu partai harus berkuasa, harus menang. Tapi niat yang pertama itu harus diwujudkan, karena mencintai islam," tuturnya.

Menutup sambutannya, Salim juga mengimbau kepada seluruh kader untuk kembali membersihkan niat dan amal agar Allah mau memberikan keberkahan kepada barisan dakwah PKS.

"Kalau keberkahan itu muncul, semuanya berasa nikmat. Allah berikan ini pada generasi awal. Allah berikan juga pada mereka yang hatinya benar-benar cinta kepada Allah dan Rasul. Bersihkan hati, mari tumbuhkan cinta kepada saudara, saling mendoakan. Cinta kepada mereka yang susah. Selalu berbuat dari apa yang kita miliki untuk rakyat," pungkasnya.

Sumber: pks.or.id

PKS SIAK, Jakarta (19/7) – Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal menilai formula skema Dana Desa belum mencerminkan keadilan. Sebab, efek dari adanya PP Nomor 22 Tahun 2015 yang membagi alokasi 90 berbanding 10, menyebabkan besaran dana antar desa menjadi sangat timpang.

“Di Sumatera Barat, misalnya, satu Desa atau Nagari memiliki luas wilayah sebesar 5-10 kali desa di provinsi lain. Konsekuensinya, Dana Desa untuk Sumatera Barat yang berjumlah penduduk 5,6 juta jiwa mendapatkan alokasi dana desa yang lebih kecil dibanding dengan provinsi Bengkulu yang luas wilayahnya lebih kecil dan jumlah penduduknya hanya sekitar 2 juta jiwa,” jelas Refrizal di Kompleks Parlemen ,Senayan, Jakarta, Selasa (19/7).

Formulasi alokasi dana desa saat ini merujuk pada PP Nomor 22 Tahun 2015 dimana diatur alokasi 90% total dana desa dibagi secara rata keseluruh desa sedangkan 10% lainnya dibagi berdasarkan kriteria tertentu seperti jumlah penduduk, luas wilayah desa dan tingkat kesulitan geografis.

Seharusnya, menurut Refrizal, Dana Desa untuk beberapa daerah menggunakan formulasi khusus dalam menentukan besarannya. Sehingga, tujuan dari adanya alokasi dana desa menjadi tepat sasaran.

“Jangan menyamakan aturan yang sama untuk satu daerah dengan daerah lain. Terkadang suatu aturan cocok digunakan untuk satu daerah tetapi tidak pas diterapkan di daerah lain,” ujar Legislator PKS dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat II ini.

Selain itu, menurut Refrizal, idealnya skema alokasi Dana Desa memerhatikan ketentuan spesifik kewilayahan dan juga kearifan lokal suatu daerah.

“Kementerian Keuangan saat ini mengklaim, skema 90 persen : 10 persen yang digunakan saat ini merupakan opsi terbaik di mana rasio perbedaan antara dana desa tertinggi dan terendah yang paling kecil,” tambah Refrizal.

Oleh karena itu, skema baru alokasi Dana Desa harus menampung aspirasi dari seluruh stakeholder. Sehingga, pemerintah diharapkan dapat segera membuat aturan baru yang lebih representatif dalam menentukan alokasi dana desa.

“Diharapkan dengan adanya skema baru, distribusi dana desa dapat lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan dimasing-masing desa,” pinta Refrizal

Diketahui, sebagai konsekuensi dari UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, sejak 2015 pemerintah sudah menyalurkan dana desa ke seluruh Indonesia. Di tahun 2016, pemerintah menaikkan jumlah dana desa menjadi Rp 47 Triliun dari sebelumnya sebesar Rp 28,7 Triliun di tahun 2015. Dengan besaran alokasi sebesar Rp 47 Triliun, diproyeksikan masing-masing desa pada tahun 2016 akan mendapat alokasi sebesar Rp 500 juta.***

PKS SIAK - Bidang Humas DPP PKS mengadakan Halal bi Halal dengan seluruh pengurus, komunitas serta pegiat Humas PKS.

Halal bihalal Halal ini dihadiri Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Mustafa Kamal, Wakil Sekjen Abdul Hakim dan Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyampaikan kepada seluruh punggawa humas yang hadir agar fokus melakukan komunikasi positif kepada rakyat.

"Kita harus fokus pada komunikasi positif. Komunikasi yang memang sifatnya menyampaikan hal-hal yang positif kepada khalayak, bukan yang negatif," ungkapnya di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang no 82, Jakarta Selatan, Rabu (13/7/2016).

Pria yang akrab disapa Kang Iman ini juga memaparkan bahwa kunci keberhasilan dakwah pada era saat ini adalah dengan menunjukkan betapa indahnya Islam.

"Saya berdiskusi dengan rektor di salah satu Universitas Islam di Thailand, menurut mereka kunci keberhasilan dakwah sekarang ini adalah how to show the beauty of Islam," jelasnya dengan semangat.

Dirinya juga mengimbau agar seluruh kader dakwah agar senantiasa membuat karya-karya baik yang mnunjukkan keindahan Islam sembari menampilkan komunikasi yang positif.

Selain itu basis pembuatan karya-karya kehumasan mestilah karya yang positif. "Apa yang mau dikomunikasikan kalau tidak ada karya-karya positif. Bidang-bidang lain harus betul-betul jadi dapur tempat produksi karya-karya positif dan harus bersinergi dengan humas untuk dikomunikasikan secara positif," papar Sohibul.

Selain itu, adanya media menurut Sohibul juga menjadi jembatan kebermanfaatan dengan masyarakat.

"Kita selalu berprinsip, sebaik-baik dari kamu yang bermanfaat bagi manusia. Dengan media ini kita coba angkat kebermanfaatan itu kepada rakyat," jelasnya.***

PKS SIAK, Jakarta (12/7) - 81 Posko Mudik PKS Nasional 2016 telah melayani seluruh pemudik di Indonesia. Berbagai pelayanan telah disuguhkan kepada para pemudik, mulai dari istirahat gratis hingga pijat gratis.

Ketua Bidang Humas DPP PKS Dedi Supriadi menjelaskan, hingga saat ini dari data yang terkumpul sekitar 90 persen PKS telah memberikan pelayanan kepada sekitar 30.171 pemudik di seluruh Indonesia.

"Dari data yang kami kumpulkan, hingga saat ini sekitar 10 ribu pemudik menggunakan layanan istirahat gratis, 1.278 menginap, 13 ribuan menggunakan fasilitas toilet, dan lainnya," ujar Dedi di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang No 82, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2016).

Selain itu, Dedi juga memaparkan data laporan yang dikumpulkan hingga saat ini, PKS selama masa mudik telah membantu 997 pemudik yang sakit dengan layanan kesehatan, 782 pemudik dengan layanan pijat, dan sekitar 5 ribu pemudik mendapatkan snack/biskuit gratis.

"Tidak hanya itu, sekitar 8.800an orang minum air mineral dan kopi gratis dari Posko Mudik PKS. Bagi-bagi ta'jil dan sahur juga cukup banyak penerimanya, sekitar 12 ribuan pemudik," paparnya.

Dedi berharap, meski terdapat evaluasi bagi penyelenggaraan Posko Mudik PKS 2016 ini, semoga dapat benar-benar membantu dan bermanfaat bagi pemudik.

"Ini juga merupakan salah satu implementasi dari Berkhidmat untuk Rakyat, semoga bermanfaat bagi para pemudik," pungkasnya.