Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » [#AYTKTM] Terus Bergeraklah, Allah yang akan menjaga keluargamu

[#AYTKTM] Terus Bergeraklah, Allah yang akan menjaga keluargamu


By: Fetih Roma Jumat, 27 Desember 2013 0


pkssiak.org - ismillahirahmanniraahim

Sesungguhnya pelindungku ialahlah Yang telah menurunkan Al Kitab (Al Quran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh” (Al Araaf :196)
Di sepenggal dhuha,
Ramadhan 1434 H
Bunda
Dari balik ruang berbatas dinding, sejenak terdengar dari ruang itu suara sayup sayup lantunan ayat-ayat suciNya,,tidak terlalu merdu memang, namun suara itu mampu merasuk hingga kedalam hati ini. 
Yaa.. itu adalah suara bunda ku yang tengah membaca firmanNya. Alhamdulillah.. ini sudah tahun kedua bunda tepatnya di Ramadhan ini telah lancar membaca Al Quran. Masih teringat jelas dalam buku memori ku pada tiga tahun yang lalu bunda berkata Niar.. bunda mau belajar baca Al Quran, bunda malu di usia yang sudah berkepala hampir lima ini masa bunda nda bisa baca Al Quran.., aku membalasnya dengan senyuman baik bunda, kita mulai dari IQRA yaa.. saat itu aku begitu bahagia mendengarnya, yaa.. bunda ku pada saat itu belum bisa membaca Al Quran. 
Subhanallah...Ya..Robbi..betapa indahnya panggilan hidayah Mu ini. Bunda yang biasanya sholat hanya jika  sedang ingat saja, kini mulai merajinkan sholatnya dan kini ditambah keinginan bunda untuk belajar baca Al Qur'an, Allahu Akbar...!. mungkin salah satu penyebabnya adalah bunda sekarang sudah mulai rajin ikut pengajian majelis taklim ibu-ibu yang di dekat rumah. awalnya bunda paling malas ikut-ikut pengajian yang begituan karena kata bunda kebanyakan nggosipnya sama dikit dikit  uang buat seragamlah arisanlah jalan-jalanlah, tapi ilmunya gak di pake. 
Alhamdulillah kini semenjak bunda di dekat dengan salah ustadzah di dekat rumah, bunda mulai rajin shalatnya dan mulai tertarik membaca Al Qur'an.
Lalu di setiap bada magrib aku selalu mendengar bunda dengan terbata-bata membaca Iqra nya, dan ketika telah pulang dari kampus ku sebelum magrib, aku berusaha untuk membantu bunda belajar membaca Iqra nya.
Namun, hahhhhaku terlalu sering sampai ke rumah jam Sembilan atau sepuluh malam, dimana bunda sudah tertidur. yaa..Rabbi.. maafkan hamba mu ini yang masih belum mampu menjadi anak yang sholeh bagi bunda ku,, Ya..Rabbi..,maafkan aku yang terlalu sibuk dengan urusan-urusan amanah diluar sampai-sampai aku tidak mampu untuk membantu bunda ku belajar Al Quran.. fikirku membatin. 
Pernah sewaktu waktu, aku berpikir,,Yaa..Allah..apa aku kurangi saja kegiatan ku diluar dengan meninggalkan beberapa amanah diluar? Aku berdaya guna diluar, namun bunda ku terlantar... dan ketika itu, di senja hari dibawah naungan atap masjid dikampusku,,di pinggir teras, aku tengah mendengarkan sebuah taujih yang di isi oleh salah seorang kakak senior dikampus ku (maaf saya lupa namanya), aku masih teringat jelas kalimat yang pernah ia katakan kepada ku jika kita menjaga Agama Allah,, maka Allah bukan hanya akan menjaga kita, namun juga keluarga kita. 
Maka jika disaat antum antumna sedang begitu sibuk dengan aktivitas dakwah diluar sana sampai-sampai tidak pulang atau berangkat gelap pulang gelap untuk memenuhi seruan dakwah diluar sana, janganlah antum lupa, untuk menitipkan keluarga antum kepada Allah. Antum tahu para sahabat nabi, kesibukan mereka di medan dakwah bahkah tak ada bandingannya dengan  kesibukan antum antumna, bahkan mereka jauh lebih sibuk dari yang kita kira. Namun adakah disalahsatu keluarganya menjadi pribadi yang membelot dari agama Allah karena kurangnya perhatian?? Atau yang lebih dekat lagi dengan kita, antum antumna tahu Alm.Ustadzah. Yoyoh yusroh ?? yaa..beliau dengan 13 anaknya, dengan jabatannya sebagai anggota parlemen, dengan posisinya sebagai ibu dan istri, adakah antum menemukan kedzaliman terhadap putra putrinya?
Aku tertegun mendengar tausiyah itu, Yaa..Rabb..aku titip Ayah dan Bunda ku…’
Dan saat ini, di sepenggal dhuha di Ramadhan kedua ini terhitung sejak dari bunda berazzamkan diri untuk mahir membaca Al Quran. Aku kembali mendengar lantunan ayat-ayat suci itu, aku mengintip bunda dari tirai dipintu kamarnya yang sedikit terbuka. Bunda masih mengenakan mukena pink favoritenya hadiah dari mba ku saat pergi haji, seusai bunda mengerjakan shalat sunnah Dhuha dengan tangan satu memegang Al Quran dan tangan yang kanan memegang kalam untuk menunjuk huruf demi huruf. 
Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.
(Al Ankabuut: 51)
antara maghrib dan isya
1435 H
ini tahun ke 5 semenjak aku mulai menyeru Ayah ku untuk Shalat dan mengaji
Senja itu hujan, lantunan suara adzan Magrib tak membuat Robb ku menghentikan hujanNya, yaa.., mungkin karena Ia ingin melihat siapa diantara hamba-hambaNya yang berteguh hati memantapkan langkah untuk bersujud di Rumah CintaNya Al Huda nama Mushala dekat rumah. 
Namun Ayah, memilih untuk shalat di rumah. sebenarnya aku cukup memaklumi ketika ayah memilih shalat di rumah, yang terpenting pada saat ini ayah mau sholat.
Sudah hampir setahun semenjak ayah pensiun dari pekerjaannya sebagai sopir pribadi bos china. dan kalian tahu? ketika dulu masih bekerja, ayah ku tidak pernah mengerjakan sholat. miris, seringkali aku menangis, harus bagaimana lagi menasehati ayah. karakter Ayah memang cukup keras, dan mungkin juga di tambah ayah yang hanya lulusan SD sehingga pola berpikir ayah yang terkadang membuat aku mengalah karena ketidaktahuannya. pernah sesekali aku mengingatkan Ayah untuk sholat, namun ayah tidak peduli. sesekali juga aku pernah membangunkan ayah untuk shalat subuh, namun pengusiran yang aku dapat, ayah membentak aku sambil mengangkat kakinya menyuruhku keluar dari kamarnya. Menangis. hanya itu yang bisa ku lakukan. terus berdoa. 
Dan kini ayah tengah duduk di ruang sholat, karna hujan yang tak kunjung reda. ayah memilih shalat magrib di rumah, dan aku shalat di kamarku. aku mngintip ayah dari kejauhan, Ya,,RobbiAllahu Akbar..Subhanallah walhamdulillah..Ayah tengah membaca Al Quran, walau yang ia baca adalah surat Yasin yang tak asing ditelinganya, Ayah membaca latinnya karena Ayah memang tidak bisa membaca Al Quran. aku langsung meng-sms kakaku :
di antara magrib menuju isya untuk pertama kalinya. ayah hari ini memilih untuk shalat magrib di rumah, di ruang shalat tempat biasa bunda shalat. mungkin karena hujan, yang membuat ayah urung shalat di mushala. terlihat saat ini Ayah masih terduduk di sajadahnya    
       
Subhanallah
Untuk pertama kalinya ,,di saat usia niar sudah 23 tahun melihat Ayah membaca Al Quran dengan memegang Al Quran besar di kedua tangannya sambil memakai kaca mata. meski suaranya masih pelan dan terdengar terbata-bata
kini setiap selasa malam dan kamis malam, Ayah dan ibu rutin belajar membaca Al Quran oleh ustadz yang sengaja di panggil oleh kakakku untuk mengajari Ayah dan Bunda mengaji.
Kini aku benar-benar jatuh cinta terhadapNya atas setiap janji yang Robb ku katakan, Dia tidak pernah lupa akan janjiNya dan Maha Menepati JanjiNya.
Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu (QS.Muhammad : 7 )
Dan pada sepertiga malam itu aku terbangun, hendak menuju ke kamar mandi untuk berwudhu. Langkahku terhenti, terdengar lantunan dzikir dari ruang shalat di sebelah kamar ku, dan ternyata itu adalah bunda. Yaa..bunda..yang terbangun di sepertiga malam dan menyempatkan diri untuk menunaikan shalat malamnya, bunda begitu khusyu. Entah apa yang kini tengah bunda minta terhadap Rabb ku. Dan ini sudah kesekian malamnya aku menemukan bunda berdiri, ruku, sujud dan duduk berdzikir dengan tasbih di tangan kanannya.
Yaa.. Rabbijagalah selalu nikmatMu ini agar senantiasa mengalir untuk keluarga hamba, Ya..Rabbi..jadikanlah..istiqomah kami dalam mendekatkan diri kepada Mu menjadi pintu kami untuk bertemu dengan Mu agar dapat kami tatap sinar Mu dengan senyuman
Sungguh! betapa Kenikmatan yang luar biasa, karena Allah masih memberiku kesempatan untuk menyaksikan atas proses Kenikmatan HidayahNya kepada Ayah dan Bunda ku.
Rabbighfirli wali wali daya warhamhuma kamaa RobbayanShoghira
Alhamdulillah, saat aku menulis kisah ini. Ayah sudah pada tahap IQRA jilid 2 dan baru ada 6 surat yang Ayah hafal Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, Al Ashr, Ashr, Al Kautsar, dan Al Fill.
Dan bunda sudah masuk Al Quran Juz 5, dan hafalan surat yang sama dengan Ayah.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?. Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Ar Rahman : 25-28)
#Apapun Yang Terjadi Keluarga Tetap Mengaji #InsyaAllah, Bismillah..! Innallaha ma ana!
Anjaniar Wirya Tenaya (AWT)

Petukangan Utara. Pesanggrahan. Jakarta Selatan


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Komentar sehat anda..