Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Quick Count Jokowi Menang di Saudi Ternyata HOAX

Quick Count Jokowi Menang di Saudi Ternyata HOAX


By: PKS Siak Minggu, 06 Juli 2014 0


pkssiak.org - Hari ini dapat kabar di social media tentang hasil 'katanya' quick count (QC) Pilpres di Arab Saudi dimana kubu Jokowi-JK mengklaim menang mutlak. Ini berita paling lucu dan absurd, kenapa? Karena tidak ada sumber data, hasil QC itu dari pihak mana? Siapa yang melakukan QC? Metodenya apa? Sama sekali tidak ada. Yang ada hanya klaim sepihak... pokoknya menang. titik.

Ini masih belum aneh. Yang aneh lagi, gosip tanpa didasari data ini langsung dipublis oleh media sekelas berita satu dan detikcom. Dan di berita satu maupun detik sama sekali tidak menyebut siapa yang melakukan QC, metode apa, samplingnya gimana? (baca: http://www.beritasatu.com/nasional/194717-hasil-hitung-cepat-di-arab-saudi-jokowijk-75-dan-prabowohatta-20.html)

Berita HOAX hasil QC Arab Saudi ini pun banyak yang membantah dan mempertanyakan. Diantaranya tulisan di Kompasiana yang 'menelanjangi' kengawuran (atau lebih pasnya, kepanikan) kubu Jokowi-JK yang selama ini dari hasil-hasil survei sudah disalip Prabowo-Hatta.

Dengan judul "Jokowi atau Prabowo Menang di Arab?" penulis kompasiana, Roko Patria Jati membeberkan hasil investigasinya:

Pada hari ini, Sabtu (5/7) atau sekira 3 jam yang lalu (Pkl 11.45), situs Berita Satu menurunkan berita bahwa Jokowi-JK telah memenangkan Hasil Hitung Cepat di Arab Saudi dengan 75%, sementara Prabowo mendapatkan 20%. Pemberitaan tersebut diberitakan di situs Berita Satu hari ini dengan judul: Hasil Hitung Cepat di Arab Saudi, Jokowi-JK 75% dan Prabowo-Hatta 20%.

Dalam pemberitaan itu, disebutkan bahwa pelaksanaan Pilpres 2014 Arab Saudi digelar di Jeddah pada Jumat (4/7) dan berdasarkan hasil penghitungan cepat, pasangan nomor urut 2, Jokowi-JK meraih sekitar 75 persen sementara pasangan nomor urut satu Prabowo-Hatta mendapatkan 20% suara. Atas dasar itulah, Berita Satu mengistilahkan kemenangan tersebut dengan istilah Kemenangan Mutlak.

Dari sini, muncul keganjilan PERTAMA, yaitu tidak ada penjelasan bahwa hasil penghitungan cepat itu bersifat sementara ataukah final, sementara total perolehan suara yang dilaporkan tidaklah bulat 100% melainkan baru mencapai 95%.

Kelanjutan berita tersebut menyebutkan bahwa sumber berita dimaksud adalah anggota Tim Sukses Jokowi-JK, Yuddy Chrisnandi yang mendapatkan berita itu dari Ir. Widjayanto MPP (Wakil Rektor Universitas Paramadina).

Penasaran dengan berita dari sumbernya langsung, beberapa saat yang lalu saya mencoba menghubungi Ir. Wijayanto Samirin melalui twitternya (@Wija_Samirin). Tak berselang lama, konfirmasi yang saya harapkan datang juga. Pak Wijayanto mengatakan bahwa dalam hal ini, dia juga bukan sumber dari berita tersebut, melainkan hanya mem-forward info dari teman. Ketika didesak lebih jauh, tidak ada keterangan tambahan mengenai siapa teman yang dimaksud.



Disinilah letak keganjilan KEDUA, dimana tidak ada sumber jelas yang bisa dikonfirmasi secara pasti mengenai kebenaran berita tersebut, yaitu tentang bagaimana metodenya, kapan dilaksanakan, dimana, berapa orang, dsb.

Disisi lain, saya juga telah melakukan upaya konfirmasi dengan beberapa teman di Arab Saudi. Seorang teman yang saat dihubungi via Facebook masih berada di KBRI Jeddah menyatakan bahwa tidak ada sama sekali Quick Count melalui Exit Poll dan sejenisnya usai pemungutan suara.

Prabowo-Hatta Menang Telak di Malaysia

Pemberitaan Berita Satu tersebut terkesan “Kejar Tayang” hanya untuk menandingi berita kemenangan telah Prabowo-Hatta di Malaysia yang ditulis di media jurnalisme warga “Kompasiana” sehari sebelumnya (baca: Prabowo-Hatta Menang Telak di Malaysia). Bedanya, pada Exit Poll di Malaysia, disebutkan secara rinci hingga bentuk pertanyaan yang diberikan, bukti gambar, dan bahkan kontak person yang bisa dikonfirmasi mengenai kebenaran polling tersebut. Sementara, pemberitaan Berita Satu tidak merincikan sama sekali bahkan untuk sebatas waktu pelaksanaan polling dimaksud.

Penggiringan Opini

Dengan demikian, kalau memang berita hitung cepat di Arab Saudi tersebut masih simpang siur dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, maka patut diduga bahwa pemberitaan dari Berita Satu tersebut tak lebih dari sebatas berita Abal-Abal belaka yang dimaksudkan untuk penggiringan opini serta mencoba menyaingi berita kemenangan telak Prabowo di Malaysia sebelumnya (di Kompasiana).

Penulis lain di kompasiana, Gatot Swandito, juga membeberkan kengawuran berita itu dengan judul "Quick Count Ngawur: Di Arab Jokowi Raih 75 %, Prabowo Caplok 20 %". (Bisa dibaca: http://politik.kompasiana.com/2014/07/05/quick-count-ngawur-di-arab-jokowi-caplok-75-prabowo-caplok-20--666468.html)
[pkspiyungan.org]


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar