Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Gudang di Pelabuhan Kuala Langsa Akhirnya Ditinggalkan Pengungsi Rohingya

Gudang di Pelabuhan Kuala Langsa Akhirnya Ditinggalkan Pengungsi Rohingya


By: PKS Siak Selasa, 30 Juni 2015 0

PKS SIAK— Lahan baru hunian sementara bagi 255 pengungsi Rohingya sedang diupayakan oleh Komite Nasional Solidaritas untuk Rohingya (KNSR) yang ditampung di Pelabuhan Kuala Langsa, Kota Langsa.

Hal itu dilakukan karena adanya pengumuman dari pemilik gudang, CV Dewi Monza, di Pelabuhan yang meminta para pengungsi Rohingya untuk segera mengosongkan gudang tersebut. Termasuk gudang yang ditempati 427 orang pengungsi Bangladesh.

“Kami sedang mencari solusi terbaik untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi pengungsi,” kata Presiden KNSR Syuhelmaidi Syukur dalam siaran persnya, Minggu (28/6/2015).

Baca juga: Pemilik, Segel Gudang Penampungan Rohingya

Syuhelmaidi menjelaskan, pengumuman pengosongan dalam bahasa Indonesia dan Inggris ditempel di tembok gudang. Dia melanjutkan, salah satu koran lokal di Aceh melansir bahwa pengosongan gudang tersebut karena gagalnya kesepakatan antara pihak CV Dewi Monza selaku pemilik gudang dengan tim pengelola pengungsi untuk pemakaian lanjutan gudang tersebut. Menurut dia, tenggang waktu yang telah diberikan CV Dewi Monza sudah berakhir.

“Kami mengajak siapapun stakeholders untuk mendukung dan membicarakan hal ini semata-mata demi kepentingan kemanusiaan, sehingga solusi akan lebih mudah didapat,” kata Syuhelmaidi.

Syuhelmaidi melanjutkan, KNSR juga berbicara dengan Wali Kota Langsa Usman Abdullah mengenai kemungkinan memindahkan pengungsi di luar pelabuhan. Salah satu pilihannya adalah di Timbang Langsa. Di sana ada lahan 100 hektar yang bisa dipakai sebagian membangun shelteruntuk pengungsi.

Syuhel menambahkan, jika lahan di Timbang Langsa positif bisa dipakai untuk menampung pengungsi, maka ACT akan membangun Integrated Community Shelter (ICS), bekerjasama dengan Peduli Muslim.

Sementara itu pantauan lembaga ACT di lapangan, pasca pengumuman tersebut, gudang yang selama ini dipakai oleh pengungsi Rohingya tampak sepi. Mustafa, salah seorang relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengatakan para pengungsi sudah mulai pindah sejak  Selasa (23/6/2015). “Benar, sebagian pengungsi sudah dipindahkan ke barak, terutama yang perempuan dan anak-anak,” Mustafa berujar.

Koordinator Posko ACT Kuala Langsa, Feri Vanova mengatakan ACT telah menyediakan lahan untuk antisipasi permindahan pengungsi dari gudang. Lahan itu dibangun hunian sementara berbentuk barak untuk pengungsi Rohingya, sebelum dipindahkan ke shelter yang lebih permanen. Pembangunan barak itu hasil patungan dana dari berbagai LSM yang juga berposko di pelabuhan tersebut.

Feri melanjutkan, Komite Nasional Solidaritas untuk Rohingya (KNSR) Wilayah Kota Langsa, Aceh Tamiang dan Aceh Timur sedang mengusahakan lahan untuk dibangun shelter sebagaimana yang sudah dilakukan ACT di Aceh Utara.

“Sekarang ini, pimpinan KNSR yakni Pak Syuhelmaidi Syukur dari Jakarta dan Pak Musthofa Ya’kub Koordinator KNSR Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang sedang menjajaki kemungkinan pembangunan shelter di Timbang Langsa, sekitar 15 kilometer dari arah Pelabuhan Kuala Langsa.

Di sana ada lahan seluas 100 hektar. Semoga saja negosiasi dengan pihak-pihak terkait, dengan Walikota khususnya, bisa berjalan lancar sehingga nantinya ada kepastian tempat tinggal bagi pengungsi. Mohon doanya,” Feri menuturkan.

Sementara  itu, barak yang ada baru 10 kamar, berisi dua ranjang tidur bertingkat. Hal ini diakui Feri, jelas tidak mencukupi untuk menampung pengungsi Rohingya yang berjumlah 255 jiwa dan pengungsi Bangladesh 427 jiwa.

Sumber Harianaceh



DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Komentar sehat anda..