Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Sharm el-Sheikh, Tempat Pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Khidir

Sharm el-Sheikh, Tempat Pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Khidir


By: Fetih Roma Selasa, 12 Februari 2013 0

Sharm el-Sheikh, Tempat Pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Khidir



Kandungan isi Alquran tidak saja berisi tentang hukum-hukum ajaran agama islam. Ia adalah sebuah kitab suci yang sanggup mengumpulkan berbagai macam ilmu pengetahuan dunia dan akhirat. Tidak terkecuali semua peradaban maupun kisah semenjak turunnya Nabi Adam ke muka bumi ini sampai munculnya hari kiamat telah Allah gambarkan di dalam ayat-ayat suciNya.
Banyak sekali kisah-kisah yang terdapat dalam Alquran yang masih belum kita jelajahi keseluruhannya. Hal ini menunjukkan bahwa Alquran adalah sumber rujukan utama dalam sejarah peradaban umat manusia. Semua kisah-kisah yang terdapat dalam Alquran sarat akan hikmah dan makna yang mendalam. Hanya orang-orang yang berimanlah yang mampu merasakan semuanya itu.
Dari ke sekian kisah yang terdapat dalam Alquran adalah pertemuan antara Nabi Musa dengan Nabi Khidir.

Allah berfirman:

“Dan ketika Musa berkata kepada anak muda (pembantunya dan sekaligus juga muridnya), "Aku masih akan terus berjalan sampai batas pertemuan dua laut, atau berjalan dalam waktu panjang. Ketika Musa dan pembantunya tiba pada pertemuan dua laut, mereka lupa akan ikan yang mereka bawa atas perintah Allah. Ikan itu jatuh ke laut dan pergi.” (QS. Alkahfi:60-61)

Disebutkan bahwa kisah ini bermula ketika Nabi Musa mengajari Bani Israil berbagai ilmu. Sehingga mereka sangat terkagum-kagum akan keluasan ilmu yang dimiliki oleh Nabi Musa. Namun Allah mengujinya dengan mendatang seseorang kepadanya dan bertanya:

“Wahai Nabi Allah, adakah di dunia ini seseorang yang lebih berilmu daripada engkau?”
Nabi Musa menjawab, “Tidak.”
Jawaban ini didasari dengan pengetahuan yang ada pada beliau dan sebagai dorongan umatnya agar menimba ilmu yang ada pada beliau. Saat itu juga Allah mengabarkan kepada beliau bahwa ada seorang hambaNya yang lebih berilmu daripadanya. Ia adalah Nabi Khidir , yang ada di daerah pertemuan dua laut. Hamba tersebut mempunyai ilmu yang tidak ada pada beliau dan hal-hal yang sulit dijangkau oleh Nabi Musa. Akhirnya muncullah keinginan beliau untuk bertemu dengan hamba shaleh tersebut guna menimba ilmu yang ada padanya. Kemudian beliau memohon agar Allah mengizinkannya untuk mempertemukan dengan Nabi Khidir tesebut. Dan Allah pun menerangkan kepada beliau tempat di mana Nabi Khidir berada, dengan memerintahkan agar beliau membawa bekal seekor ikan.
Syaikh As Sa’di rahimahullah dalam menafsirkan ayat ini mengatakan, bahwa Nabi Musa beserta muridnya akan terus menerus berjalan walaupun dalam keadaan bersusah payah. Sampai akhirnya mereka tiba  di pertemuan antara dua laut, yaitu tempat dimana Allah telah mewahyukan kepadanya bahwasanya ia akan mendapatkan seseorang hamba-Nya yang shaleh, memiliki ilmu yang tidak ada pada nabi Musa”.
Para ulama dan golongan ahli tafsir berbeda pendapat tentang tempat pertemuan mereka berdua. Namun Dr. Abdurrahim Raihan, direktur umum riset keilmuan dan penelitian sejarah dari Sinai Mesir menguatkan bahwa pertemuan kedua Nabi tersebut terletak di daerah Syarm el-Sheikh sebelum 3200 tahun silam.
Penelitian modern tersebut menunjukkan bahwa pertemuan antara dua laut tersebut terletak di wilayah Ra’su Muhammad yang berada di ujung segitiga dataran Sinai, ini bisa ditempuh dengan jarak 53 KM dari Syarm el-Sheikh. Kota tersebut  pas terletak diantara dua teluk  Al-‘Uqbah dan Suez di Sinai Selatan.
Dr. Raihan melanjutkan, penelitian tersebut adalah hasil dari pengkajian ilmiah oleh seorang peneliti sejarah yang bernama ‘Imad Mahdi dengan bantuan tehnik cuplikan foto dari satelit buatan, sehingga membuka tabir tempat pertemuan antara Nabi Musa dan Nabi Khidir. Sangat jelas sekali bahwa secara etnis bahasa pertemuan antara dua laut tersebut tidak cocok dengan geografis di tempat manapun dimuka bumi ini kecuali di Ra’su Muhammad. Ditambah dengan bantuan satelit yang mampu menyingkap tempat tersebut, yang letaknya tepat di batu besar tempat menghilangnya ikan yang dibawa oleh murid Nabi Musa[1]. Itulah satu-satunya batu besar yang berada di tengah-tengah jalan masuk ke Ra’su Muhammad.
Dr. Raihan menunjukkan bahwa Satelit memperlihatkan dermaga kapal yang disinggahi oleh Nabi Khidir terletak lebih dari 300 meter dari batu besar (tempat pertemuan nabi Musa dan Khidir). Dan melintasi batu karang di tepinya dengan jarak 50 meter sampai kapal tersebut terbenam ke dalam air hingga 6 sampai 8 meter. Dan diperjelas kembali bahwa garis perjalanan kapal tersebut datang dari teluk Suez menuju ke teluk al-‘Uqbah.
Wallahu a’lam


[1] Menurut ahli tafsir, murid Nabi Musa itu bernama Yusya’ bin Nun [pmikmesir]


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar