Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Kampanye Damai Mulai Terusik

Kampanye Damai Mulai Terusik


By: PKS Siak Rabu, 11 Juni 2014 0

image

pkssiak.org, SEMARANG - Dewan Penasehat Tim Pemenangan Prabowo – Hatta Jawa Tengah Letjen TNI Purn Suryo Prabowo menyampaikan di Jepara dan Solo telah terlihat adanya indikasi tindakan provokatif berupa perusakan spanduk Prabowo – Hatta.

Hal serupa juga terjadi di Yogyakarta. Rumah Relawan Jokowi – JK Husen, dilempari bom Molotov pada Sabtu (7/6/2014) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

“Tindak kekerasan ini bisa saja dilakukan oleh pendukung kedua belah pihak yang saling menyerang. Namun, tidak menutup kemungkinan tindakan itu bisa dilakukan pendukung Jokowi – JK yang kerap menggunakan taktik “menyerang diri sendiri” seperti yang lazim dilakukan untuk membangun persepsi publik bahwa pihaknya tengah teraniaya dan terdzolimi,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila tindakan seperti ini tidak direspon secara terukur dan didiamkan oleh aparat keamanan. Dikhawatirkan bisa memicu konflik fisik di lapangan. “Kita semua tentu tidak menghendaki Pilpres kali ini dikotori oleh kekerasan,” tandasnya.

Suryo menekankan kembali agar relawan Prabowo – Hatt tidak mudah terprovokasi. Ia juga memperingatkan kepada para preman provokator agar tidak mengulangi perbuatannya. Karena hal itu bisa merusak kampanye Pilpres yang diharapkan dapat berlangsung damai tanpa rasa takut.

Penanganan Serius

Sementara itu, ditempat terpisah Ketua DPW PKS Jateng Fikri Faqih menyampaikan, belajar dari penyelenggaraan Pileg sebelumnya, selain cara kotor dengan “money politic” juga tersebar kabar adanya tindakan provokasi / intimidasi untuk mencapai kemenangan.

“Mungkin dianggap efektif, sehingga diulang untuk ‘event’ pemilihan lain, termasuk Pilpres,” terangnya.

Fikri berharap ada evaluasi dari aparat keamanan dan segera mengidentifikasi agar ada pencegahan dan penanganan serius. Karena Pileg dan Pilpres atau acara pemilihan lain serupa, hanyalah sarana untuk memilih pemimpin yang bisa membuat masyarakat lebih sejahtera dan aman.

”Bahasa Qur’annya ath'amahum min ju'in, wa amanahum min khauf. Jangan sampai prosesnya menodai tujuannya yang mulia,” tegasnya.

Cara kekerasan, katanya, tidak akan membuahkan solusi. Tetapi akan memicu dan memunculkan kekerasan yang lebih lagi. Sehingga penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU dan Bawaslu juga harus bisa memfasilitasi komunikasi lebih intensif antar timses pasangan calon. “Kejadian apa pun bisa disampaikan di forum itu dan bisa langsung diambil tindakan. Andai harus ditindak lanjuti dengan aparat keamanan, tentu tinggal diserahkan kepada pengampunya,” pungkas Fikri.

[pksjateng]


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar