Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Pengamat Ini Tak Percaya Pertemuan Petinggi Polri, Timses Jokowi dan Komisioner KPU Hanya Kebetulan

Pengamat Ini Tak Percaya Pertemuan Petinggi Polri, Timses Jokowi dan Komisioner KPU Hanya Kebetulan


By: admin Kamis, 12 Juni 2014 0

foto

pkssiak.org - Pertemuan antara Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol Budi Gunawan, Politisi PDIP (Timses Jokowi-JK) Trimedya Pandjaitan, dan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu malam (8/6) lalu di Sate House Senayan Menteng, Jakarta, diduga membahas sejumlah agenda pemenangan Jokowi-JK.
Pengamat Kejahatan Indonesia Crime Analyst Forum, Mustofa B Nahrawardaya, mengatakan pertemuan tersebut salah satunya adalah membahas bocoran soal debat Pilpres 2014.

“Masyarakat mencium indikasi itu. Saat ditanya moderator, Jokowi bicara lancar seperti menghapal dan sesekali melihat kertas contekan. Tetapi saat ditanya Prabowo, keteteran. Berbeda dengan Prabowo yang stabil,” ujar Nahra dalam keterangannya, Rabu (11/6).

Selain kebocoran materi soal, Nahra mencium kejanggalan atas pemilihan moderator. Dari lima nama yang diajukan KPU, kelimanya memiliki kedekatan dengan Jokowi-JK.

“Semuanya dari UGM, orang-orang yang punya koneksi dengan Jokowi-JK. Ada indikasi mereka mengendalikan debat capres kemarin,” kata Nahra.

Sebelumnya, Trimedya membantah sengaja bertemu Budi Gunawan dan membicarakan politik. Bantahan serupa dilontarkan Hadar Nafis Gumay dan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Ronnie F Sompie. Tetapi masyarakat diakui Nahra tidak percaya begitu saja.

“Ketika seorang petinggi polri bertemu komisioner KPU dan politisi PDIP di waktu yang sangat janggal, di atas jam 10 malam, wajar masyarakat curiga,” kata Nahra.

Menurutnya, ketiganya sengaja bertemu di ruang terbuka untuk menghindari kecurigaan masyarakat. Tetapi yang terjadi sebaliknya, pertemuan itu justru membuat banyak orang bertanya-tanya.

“Sesuatu yang rahasia seharusnya dibicarakan di tempat tertutup, tetapi ini di tempat terbuka. Ini hanya untuk alibi, agar pertemuan itu seakan-akan tidak disengaja,” cetus Nahra.

Sebagai petinggi polri, lanjut Nahra, Budi seharusnya bisa menjaga sikapnya. Sebab, netralitas polri tengah disorot menjelang pilpres.

“Tidak susah (menjaga netralitas), asal profesional. Harus menghindari pertemuan-pertemuan seperti itu agar masyarakat tidak curiga,” tegas Nahra yang juga berharap Bawaslu bertindak tegas terkait pertemuan itu. [rmol]


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar