Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » » Stop Kampanye Hitam | Oleh: Irwan Prayitno

Stop Kampanye Hitam | Oleh: Irwan Prayitno


By: PKS Siak Rabu, 11 Juni 2014 0

pkssiak.org - Tak ada satupun manusia yang sempurna. Manusia justru lengkap dan sempurna dengan segala kelemahannya. Juga tak ada manusia yang tak pernah salah atau khilaf. Karena khilaf adalah sifat manusia. Setiap manusia memiliki berbagai kesalahan yang bisa jadi hal itu merupakan aib bagi dirinya. Jumlah kesalahan tersebut dan besar kecilnya tergantung kepada pribadi masing-masing.

Anehnya, ada segelintir orang yang suka mengungkit-ungkit kesalahan atau aib orang lain. Lalu dengan bangga ia menceritakan atau menggembar-gemborkan aib tersebut kepada orang lain. Ia laksana kampanye bercerita kesana-kemari menceritakan aib saudaranya itu, seolah-olah ia adalah orang yang paling bersih, paling hebat, suci, tak pernah salah.

Seringkali cerita tersebut diberi “bumbu-bumbu penyedap” sehingga melenceng dari realita sebenarnya. Malah lebih parah lagi cerita tersebut hanyalah karangan belaka, fiktif dan dibuat-buat. Cerita tersebut dikarang akibat sakit hati atau untuk kepentingan tertentu guna menjatuhkan atau membunuh karakter seseorang . Dalam Islam hal ini disebut dengan istilah fitnah dan ghibah. Di zaman canggih seperti saat ini prilaku fitnah dan ghibah makin dahsyat. Melalui jaringan internet, di stitus-situs media sosial, prilaku tersebut merajalela saat ini. Jika dulu fitnah dan ghibah beredar dengan cara dari mulut ke mulut dan areal penyebarannya hanya sebatas lingkungan tetangga. 

Kini fenomena yang terjadi sungguh luar biasa, fitnah dan ghibah disebarkan melalui internet. Sekali tebar jangkauannya bisa menggapai seluruh pelosok dunia. Dalam hitungan detik fitnah tersebar ke ratusan juta orang dan seluruh pelosok dunia tanpa mengenal batas wilayah.

Dalam dunia politik prilaku tersebut dikenal dengan istilah black campaign (kampanye hitam). Jika kita lihat di media-media sosial aksi kampanye hitam marak luar biasa. Berbagai topik diangkat untuk menyerang dan menjatuhkan seseorang.

Suatu ketika muncul pernyataan yang mengungkapkan kelemahan dan aib capres A. Tak lama kemudian muncul pula informasi yang mengungkap aib capres B yang tak kalah serunya. Tentu saja tak kan berhenti sampai di situ. Perang kampanye hitam akan terus muncul balas berbalas dan makin meruncing. 

Tak jelas lagi apakah informasi tersebut benar atau salah. Siapa saja bisa menyampaikan informasi apa saja, tak peduli apakah informasi itu benar atau salah. Informasi yang tidak jelas benar atau salahnya itu lalu dibagikan lagi (di sharing) ke ratusan ribu atau jutaan orang lainnya dan begitu seterusnya berulang-ulang. 

Dalam hitungan detik informasi tersebut telah dibagikan lagi ke ribuan atau jutaan orang lainnya. Sekali lagi tak peduli apakah informasi tersebut merupakan sebuah fakta atau cuma sekedar isapan jempol belaka.

Di Indonesia dalam Pilpres tahun 2014 ini kampanye hitam yang juga tak jelas benar atau salahnya juga marak digunakan untuk saling menjatuhkan dan membunuh karakter masing-masing capres. Paadahal ftnah dan ghibah jelas sekali diterangkan dalam agama bahwa prilaku tersebut sangat tercela. Dalam Islam orang yang melakukan ghibah diumpamakan sama dengan orang yang memakan daging saudaranya sendiri. 

Banyak pengalaman membuktikan bahwa fitnah memang bisa berdampak sangat buruk dan bisa berakibat fatal. Dalam kehidupan sehari-sehari kita sudah sering merasakan dampak buruk fitnah. Suami istri bisa bercerai akibat fitnah Perkelahian antar kampung juga bisa terpicu akibat fitnah. Dua negara bisa berperang, juga gara-gara fitnah.

Jika kita tinjau kembali ke belakang, pemilihan presiden yang kita lakukan dengan susah payah, menghabiskan uang dan tenaga yang tak terhitung jumlahnya, tujuannya adalah untuk mendapatkan pimpinan tertinggi negara yang mampu membawa negara ini ke arah yang lebih baik. Pemimpin yang mampu memperbaiki nasib bangsa ini menjadi lebih sejahtera, aman dan bermartabat.

Jika kita menginginkan kebaikan, maka harus dilakukan dengan cara-cara yang baik pula. Tidak akan mungkin cara-cara yang salah akan menghasilkan kebaikan. Tidaklah mungkin dengan teknik kampanye hitam, saling mencela dan menjatuhkan, menyebar fitnah dan informasi yang salah, kita mendapatkan pemimpin yang baik dan benar.

Karena itu mari kita lakukan pemilihan presiden dan wakil presiden tahun ini dengan niat yang baik dan cara-cara baik dan benar pula, cara-cara yang diredhai Allah SWT. Insya Allah kita akan diberi petunjuk dan pemimpin yang baik yang mampu membawa bangsa ini menjadi lebih baik akan kita dapatkan.

Stop kampanye hitam, mari kita gali, temukan dan sebarkan informasi yang benar, baik dan menyejukkan. Kita luruskan niat memilih pemimpin untuk masa depan bangsa dan negara yang lebih baik dengan cara-cara yang baik dan benar. Insya Allah, Tuhan akan menunjukkan jalannya dan menunjukkan pilihan yang terbaik untuk kita. [hariansinggalang.co.id]


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar