Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Walikota Padang Tutup Tenda Mesum Berkedok Dagang

Walikota Padang Tutup Tenda Mesum Berkedok Dagang


By: PKS Siak Rabu, 25 Juni 2014 0


Mahyeldi Ansharullah
pkssiak.org  - Banyaknya warga yang terjaring dalam razia yang digelar Satpol PP dalam beberapa pekan terakhir, membuat wali kota naik pitam. Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah memastikan akan membongkar tenda-tenda ceper yang dijadikan tempat mesum.

Bertempat di palanta rumah dinasnya, kemarin, Mahyeldi Ansharullah menggelar rapat muspida membahas persoalan penyakit masyarakat yang kian menjadi-jadi tersebut.

Mahyeldi dengan tegas memastikan bahwa Pemko Padang akan menutup tenda pedagang yang dijadikan tempat mesum di kawasan Pantai Padang dan sejumlah lokasi lainnya.

Menurutnya, perbuatan sebagian pedagang yang menyediakan tempat mesum, dinilai telah mencoreng nama baik Kota Padang dan Sumbar sebagai daerah religius.

Untuk itu, dia meminta Satpol PP selalu berkoordinasi dengan kepolisian dan aparat di koramil untuk melakukan penertiban tenda-tenda pedagang yang dijadikan tempat asusila.

Pemiliknya juga diberi peringatan keras agar tidak menyalahgunakan toleransi dan kesabaran yang diberikan pemerintah untuk berdagang di kawasan tersebut selama ini.

"Jika peringatan ini tidak diindahkan, bongkar saja tenda-tenda ceper itu. Bagi hotel atau penginapan jika terbukti menyediakan tempat mesum, izin operasionalnya akan dicabut," tegas politisi PKS itu.

Kawasan-kawasan yang dianggap rawan dijadikan tempat melakukan perbuatan asusila, kata Mahyeldi, juga harus segera ditertibkan. Perbuatan itu muncul akibat terjadinya dekadensi moral dan tergerusnya nilai-nilai norma agama, adat dan budaya.

"Pesantren Ramadhan adalah salah satu upaya kita untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi. Begitu juga dengan program-program keagamaan seperti MTQ, TPQ dan MDA," sebut Mahyeldi.

Di samping itu, penguatan lembaga adat serta meningkatkan peran ulama dan tokoh adat dalam kehidupan masyarakat serta memantapkan pemahaman falsafah Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), harus dilakukan.

"Saya yakin, kita semua memiliki kesadaran mematuhi norma-norma dan aturan. Namun pemerintah perlu melakukan pengawasan untuk menegakkan peraturan dan norma-norma agar tercipta suasana yang kondusif dan aman," ujar mantan pimpinan DPRD Sumbar itu.

Mahyeldi menyatakan komitmennya untuk memberantas segala bentuk maksiat di Kota Padang. Meski dinilai belum maksimal, namun upaya tersebut akan terus dilakukan.

"Satpol PP sudah diminta secara intensif melakukan razia dan menertibkan tempat-tempat yang dijadikan lokasi maksiat," ujarnya.Lokasi tersebut, di antaranya, kawasan Bukit Lampu Bungus Teluk Kabung, kawasan Pantai Padang dengan tenda-tenda cepernya serta tempat penginapan dan hiburan malam. (padangekspres/pkskelapadua)


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar