Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » » Kejujuran dan Profesionalisme Saksi TPS Prabowo-Hatta

Kejujuran dan Profesionalisme Saksi TPS Prabowo-Hatta


By: PKS Siak Jumat, 18 Juli 2014 0


pkssiak.org - Oleh Satriyo AB

CATATAN HARIAN SAKSI TPS

Di Kecamatan Saya tanggal 9 Juli 2014 jam 21.00 Kami dari saksi Prabowo-Hatta sdh selesai entry data C1 dr 314 TPS ke form excel.

Sebagai koordinator Saksi Prabowo-Hatta tingkat kecamatan hasil entry data C1 tsb langsung Saya analisa mendalam.

Sekilas Saya sdh mencium aroma kejanggalan jadi Saya plototin satu per satu utk menemukan aroma itu...

Bingo!!! Ada hal yg tidak wajar...Jumlah Pemilih yg DKPTb (Daftar Pemilih Khusus Tambahan) yg menggunakan KTP/KK/Resi/Domisili dan Formulir A5 yg bisa mencoblos jam 12.00-13.00 mencapai 10.007 se-kecamatan.

Ada TPS yg DPKTb nya mencapai 290 pemilih...padahal kertas suara lebih jumlahnya hanya kisaran 12-15 (2% dr DPT).

Kemudian ada laporan dr tim lapangan Tgl 9 Juli 2014 menjelang jam 12.00 ada mobilisasi massif di tempat2 foto copy massa yg foto copy utk kepentingan mencoblos...

Bahkan ada mobilisasi pemilih pas jam 12.00-13.00 ke tps hanya dg menggunakan KTP/FC KTP...beberapa TPS gaduh karena kedatangan massa...ini terjadi di kantong2 suara Jokowi-JK.

Dari laporan ini maka Saya perintahkan semua Saksi utk minta bongkar kotak suara di Rekap tingkat PPS.

Kenapa bongkar kotak suara? Utk mengetahui apakah pemilih dg KTP menggunakan Form A5...kalau tdk ada Form A5 berarti hrs pake resi domisili atau KTP sesuai dg alamat TPS...dan harus menyerahkan foto copy KTP serta dicatat dalam Form AT khusus Pemilih DPKTb.

Di PPS sebagian besar TPS bongkar kotak suara atas permintaan Saksi Prabow-Hatta...seperti biasa Saksi Jokowi-Jk cuma melongo ngga ngerti apa-apa...

Ternyata.....banyak ditemukan pemilih yg menggunakan KTP ternyata tidak ditemukan foto copy KTP, tidak ada daftar hadir pemilih DKPTb, bahkan ada KTP daerah, KTP kadaluarsa yg tdk ada form A5...bahkan ditemukan A5 palsu...

Saksi Prabowo-Hatta menemukan 10.007 pemilih "siluman" yg bisa nyoblos di TPS tetapi datanya tidak ada dalam dokumen TPS...dan ini terjadi di kantong2 Jokowi-Jk...

Jadi siapakah 10.007 pemilih siluman ini?

Hasil investigasi lapangan ternyata banyak massa yg mencoblos 2x...1x mencoblos dg undangan...1x lagi dengan KTP...dan ternyata sdh kongkalikong dg KPPS....

Akhirnya Saksi Prabowo-Hatta tidak menandatangani rekap di PPK...dan menuntut Pencoblosan Ulang di semua TPS...walaupun di TPS tsb Prabowo-Hatta menang...

Ini bukan persoalan kalah-menang tapi ini persoalan kejujuran dan menghargai suara rakyat....

Langsung meluncur ke Bawaslu dengan membawa bukti2 C1 dan saksi-saksi TPS...

Laporan sudah masuk dan ternyata itu terjadi merata hampir di semua TPS, kelurahan dan kecamatan....

Kami Saksi Prabowo-Hatta menemukan indikasi kecurangan-kecurangan yg dilakukan timses Jokowi-Jk...tapi kami taat hukum...Kami lapor Bawaslu...kami bawa bukti2 C1 dan dokumen lainnya...Kami punya bukti yg bisa dipertanggung jawabkan...bukan membentuk opini...

Bagaimana mungkin Timses Jokowi-Jk menuduh kami curang kalau saksi Jokowi-Jk tidak pegang C1...

Bagaimana mungkin Timses Jokowi-Jk menuduh kami curang kalau saksi Jokowi-Jk sama sekali tidak punya data di TPS-TPS...

Mereka sekarang kerjaannya hanya plototin scan C1 yg ada di web KPU...dicari-cari kalau2 ada yg salah...trus kalo ketemu langsung teriak2 di media...bilang Prabowo curang...tapi ngga pernah lapor ke Bawaslu...

Baru nemuin 1 kasus langsung bilang kecurangan terencana, sistematis dan massif...yg dilakukam tim Prabowo-Hatta...ngaca bro...ente ga punya saksi yg cerdas dan militan...makanya ente panik...

Yang lucu Saya tanya sama Saksi Jokowi-Jk ttg perolehan suara di salah satu kelurahan dimana Jokowi-Jk menang...dan jawabannya : "Kita kalah tipis di situ...Prabowo yg menang" hehehe...padahal hasil rekap C1 kita Jokowi-Jk yg menang dan hasil pleno PPS keesokan harinya jg sama hehehe...

Jadi mereka menang saja mereka ngga tahu...ngga punya data...apalagi mau nuduh curang....pake apaan pake data Burhanudin Muhtadi??? Ke laut aja bro...

Jokowi-Jk Panik...quick count skak mat sama real count...nuduh Prabowo curang...tapi lebih banyak laporan kecurangan yg dilakukan Jokowi-Jk di Bawaslu hehehehe....

Soalnya laporan kecurangannya lapornya ke facebook, twiter dan metromini TV hehehe....ngga ke Bawaslu...

Lagian kalo ke Bawaslu laporan pake apaan kertas coret-coretan gituh...malulah bro....diketawain Bawaslu ntar hehehehe...

****

BACA JUGA:
Ketua MK: Scan C1 Bukan Bukti Utama Gugatan, Tapi C1 Asli 


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar