Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » » Washington Post: Mursi pemimpin yang bisa menyelesaikan tragedi di Gaza

Washington Post: Mursi pemimpin yang bisa menyelesaikan tragedi di Gaza


By: PKS Siak Kamis, 10 Juli 2014 0


pkssiak.org - Washington Post memuji langkah kongkrit yang diambil presiden mesir Muhammad Mursi dalam meredam kebrutalan Israel terhadap Gaza ketika masih menjabat sebagai presiden Mesir pada tahun 2012 silam.

Ketika Mursi menjabat, hubungan Israel dan Palestina juga sedang memanas, tetapi Mursi bisa meredam kebrutalan Israel dalam mencegah jatuhnya korban pada warga sipil.

Washington post mengambil analisa seorang penulis Amerika, Adam Taylor, dalam tulisannya Adam Taylor meyakini bahwa Mursi memahami betul kondisi dan solusi untuk Palestina, pada november 2012 ketika Mursi berkuasa di Mesir hubungan Israel dan Palestina juga sedang memanas, ketika itu Israel melakukan serangan udara ke wilayah Palestina, yang kemudian dibalas oleh Hamas dengan tembakan roket yang mampu menjangkau kota kota dan pemukiman warga Israel.

Ketika itu banyak warga sipil Palestina ikut menjadi korban, begitupun dipihak Israel, warga sipilnya merasa ketakutan yang sangat akibat serangan roket yang dilancarkan Hamas. Warga internasional merasa pesimis ditemukannya solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, bahkan pemimpin negara kuat dunia juga merasakan hal yang sama.

Ditengah kemelut yang terjadi, Mursi tampil, dengan diplomasi yang sangat matang dia berhasil meyakinkan kedua belah pihak untuk tidak lagi menambah korban dipihak sipil.

Washington juga mengutip analisa penulis lainnya, Michael Berneboum yang ditulis pada tahun 2012, Mursi berhasil memainkan peran penting sebagai negara berpengaruh di timur tengah dan dunia Islam, walaupun sejatinya kedua belah pihak tidak saling mengakui, tetapi dunia dikejutkan oleh sikap melunaknya Israel dan menghentikan agresi militer terhadap Palestina, yang mana ketika itu pemimpin dunia sudah pesimis.

Adam Taylor melanjutkan, peran yang dimainkan Mursi sangat berbeda dengan pendahulunya Husni Mubarak yang terkenal sangat lemah dan tidak berani menentang tekanan Israel dan sekutunya Amerika, terlebih lagi Mursi yang dididik oleh jamaah Ikhwanul Muslimin, yang membidani lahirnya gerakan Hamas di Palestina.

Kebijakan Mursi yang paling menyakitkan bagi Israel adalah dibukanya perlintasan Rafah, yang sangat membantu warga Palestina dalam mendapatkan pasokan pangan dan kesehatan ketika diblokade oleh Israel.

Pada November 2012 pembicaraan damai dilakukan oleh tiga pihak, Palestina, Israel dan Mesir sebagai mediator, mungkin tidak mengejutkan ketika Mursi lebih membela kepentingan Palestina, tetapi yang membuat banyak kalangan kagum adalah keberhasilan Mursi menekan Israel dengan memamfaatkan posisi strategis Mesir, dunia tahu bahwa Israel sangat takut akan ancaman dibatalkannya perjanjian Camp David, yang sudah disepakati Mesir dan Israel sejak tahun 1979, perjanjian tersebut dijadikan Mursi sebagai alat untuk menekan Israel, dan ternyata berhasil Israel menghentikan agresinya terhadap Palestina.

Tetapi lain dulu lain sekarang, Mursi presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis ditumbangkan dengan kudeta militer, kemudia digantikan oleh Abdul Fattah Assisi, menurut Adam kebijakan Sisi tentang permasalahan Israel Palestina sangat tidak jelas, bahkan kebijakan yang diambil Assisi sangat merugikan Palestina.

Pertanyaanya, apakah mungkin Mursi bisa kembali memainkan peran strategis seperti tahun 2012 silam dalam mengehentikan agresi militer Israel hari ini? Menurut Adam Taylor mungkin situasi dan permasalahan sekarang berbeda, tapi tragedi kudeta militer di Mesir menutup satu pintu harapan bagi penyelesaian permasalahan Palestina, sangat susah menemukan pemimpin yang bisa melakukan apa yang telah dilakukan Muhammad Mursi. (bakhtiar)

*sumber: http://fj-p.com/Our_news_Details.aspx?News_ID=42111


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar