Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Foreign Policy: Lebih Dari 50 Milisi Syiah di Irak Bertugas Menggorok Leher Muslim

Foreign Policy: Lebih Dari 50 Milisi Syiah di Irak Bertugas Menggorok Leher Muslim


By: admin Jumat, 26 September 2014 0

Pkssiak.org, Biasanya ISIS senantiasa diidentikkan kepada pria-pria bengis bersenjata dan dengan bangganya menenteng kepala-kepala manusia yang sudah dipisahkan dari badannya, atau ISIS identik dengan milisi yang personilnya datang dari luar. Namun, tindakan pengal-memenggal kepala manusia dan gorok-menggorok leher atau mendatangkan mesin-mesin pembunuh asing ini juga senantiasa dilakukan oleh syiah yang kini sedang berkembang pesat di Irak dan terus berperan penting dalam menghabisi para mujahidin muslim disana.

Kelompok-kelompok milisi syiah ini sangat erat hubungan akidahnya - dan jalur kordinasinya yang amat rapi- dengan Iran, memangkas habis ide kekuasaan pemerintahan Irak di Baghdad, dimana hal ini juga menjadi tantangan berat Obama yang mengumumkan untuk melakukan kerja sama dengan pemerintahan Irak secara utuh untuk menghabisi ISIS.

Saat ini, ada lebih dari 50 kelompok milisi syiah yang senantiasa melakukan perekrutan pasukan dan berperang di Irak. Milisi-milisi ini melakukan rekrutmen dengan begitu gencarnya, dimana pemuda-pemuda hasil rekrutan mereka dilatih secara terpisah dari militer atau polisi Irak, lalu ditugaskan menjadi mesin pembunuh pada organisasi-organisasi yang sangat sektarian secara ideologi, dan sangat memusuhi Amerika dengan cara yang sangat ekstrim.

Mayoritas tentara rekrutan syiah ini tidak semata-mata digunakan untuk mengusir para jihadis muslim di Irak saja, melainkan juga sering kali digunakan untuk menjadi pasukan khusus garda belakang yang digunakan untuk menguasai daerah-daerah yang seharusnya dibawah otoritas Baghdad, sehingga milisi-milisi syiah ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kerangka pemerintahan Irak, dan selanjutnya pemerintahan Irak sangat mempercayai dan bergantung sepenuhnya dengan milisi-milisi ini sampai ketitik dimana mereka tidak akan mungkin berfikir untuk macam-macam dengannya.

Pemerintah Irak dan milisi-milisi Syiah ini bekerjasama dalam melakukan berbagai pelanggaran HAM yang super sadis, diantranya pada awal juni lalu dikabarkan bahwa milisi-milisi syiah bahu membahu dengan pasukan keamanan Irak menghukum mati sekitar 225 warga yang ditahan di penjara dan diantaranya masih anak-anak, dan Amnesti Internasional melaporkan bagaimana milisi-milisi itu melakukan hukum mati dengan rapinya diluar proses pengadilan, dan laporan Amnesti Internasional juga menyebutkan bahwa puluhan tahanan muslim dibunuh di dalam kantor-kantor pemerintah Irak.

Milisi-milisi syiah ini adalah aktor utama pembebasan Amirli, Daerah Suku Turkman yang menjadi basis syiah yang pernah dikepung oleh ISIS, tepatnya oleh batalion-batalion Hizbullah. Hizbullah adalah organisasi teroris -menurut Amerika- yang bekerja sebagai wakil langsung pemerintahan Iran, dimana batalion ini menggunakan helikopter-helikopter milik pemerintah Irak untuk menyuplay senjata dan logistik saat pertempuran pembebasan Amirli. Sebagaimana Hizbullah juga menggunakan kenderan-kenderan militer lainnya yang pernah diberikan Amerika kepada pemerintahan Irak. Pemerintah Irak menggunakan tank buatan Amerika Abrams M1A1 dimana tank-tank ini diserahkan untuk mendukung milisi-milisi syiah Irak sektarian dan mendukung berbagai operasi Hizbullah di Irak.

Iran adalah aktor utama dalam membesarkan dan mengembangkan milisi-milisi syaih di Irak sejak tahun 2013. Sejak itu, Teheran terus memperkuat jaringan-jaringannya yang terdiri dari kelompok-kelompok baru dan lama di Irak yang loyal kepada Teheran untuk menyiapkan gelombang-gelombang baru mesin pembunuh untuk dikirim ke Syiria. Sebahagian dari pasukan-pasukan Irak syiah ini yang awalnya berperang di Syiria membantai muslim atas nama rezim Basyar dipulangkan kembali ke Irak untuk membentuk bibir-bibit milisi syiah baru yang sekarang berperang mengahabisi muslim yang menjadi musuh pemerintahan Irak, sebagaimana Iran juga bekerja keras dalam merekrut pasukan baru yang fokus untuk perang di Syiria, maka jaringan-jaringan Teheran juga melakukan hal yang sama di Irak.

Pada April yang lalu, kelompok-kelompok yang disokong Iran-seperti Hizbullah, Badar, geng-geng Ahlul Haq dan rekrutan-rekrutan baru-mengajak untuk berperang di Irak, dan selanjutnya ajakan ini membuahkan milisi-milisi baru syiah Irak. Pembentukan kelompok-kelompok baru milisi ini sekilas terlihat ruet dan tidak berguna, namun ini sangat berguna untuk pembentukan opini adanya dukungan besar yang datang dari rakyat kepada pemerintahan Irak, yang pada hakikatnya adalah dukungan milisi-milisi yang sebenarnya bekerja untuk mendukung politik dan idiologi Iran di dalam pemerintahan Irak. Setelah itu Milisi-milisi syiah yang loyal kepada Iran ini berperan aktif dalam membantu mencapai target-target Iran untuk mewujudkan kontrol syiah di Irak. Sebaliknya milisi-milisi ini tidak hanya memanfaatkan bantuan dan sokongan dana dan jalur kordinasi dari Iran, melainkan semua aktivitas pembunuhannya berjalan sesuai road map idiologi Teheran. Mereka secara totalitas  adalah lolayalis-loyalis pimpinan spritual tertinggi Ayatullah Khumainy dan Idiologi Iran dan dengan Wilayat Faqihnya, dimana pada akhirnya pemimpin spritualnya diberikan kekuasaan tertinggi politik dan agama. Milisi-milisi syiah ini juga mengikuti gaya Boneka Iran yang di Libanon yaitu Hizbullah,  dan bertekad untuk melaksanakan keinginan Iran di kawasan untuk melipatgandakan pendapatan "revolusi syiah Iran".

Jika ISIS mengumumkan niatnya secara terbuka untuk menghapus perbatasan-perbatasan yang sudah dipetakan si Timur Tengah setelah selesainya perang dunia pertama, maka milisi-milisi syiah yang disokong Iran ini juga melakukan hal yang sama. Kawin silang antara milisi-milisi syiah Syiria dan milisi-milisi syiah  Irak menyebabkan semakin terhapusnya perbatasan-perbatasan nasional secara perlahan dan pasti, persis seperti yang dilakukan oleh jihadis-jihadis sunni. Hal itu terlihat jelas sejak mereka memulai bertempur di kawasan, dimana milisi-milisi syiah ini senantiasa mengangkat motto "mempertahankan tempat-tempat suci" atau "membela syiah" tanpa pernah memperdulikan posisi geografis tempat beradanya tempat-tempat suci tersebut.

Diantara milisi syiah yang terdiri dari mesin-mesin pembunuh asing di Damaskus adalah milisi Mayjen Abi El-Fadhal Al-Abbas (LAFA) milisi ini adalah milisi yang paling terkenal dan yang paling berperan dalam mempromosikan ide bahwa perang ini adalah perang agama (syiah-Muslim). Pada Agustus kemarin, sebuah organisasi yang berafiliasi ke Iran mengumumkan memulai operasinya di Irak dan mengklaim mereka sudah menguasai selatan Baghdad, kemungkinan dekat Emirli.

Ada juga dari milisi-milisi syiah ini yang tidak jelas idiologinya, namun hubungan mereka dengan kaki tangan Iran mengindikasikan dengan kuat bahwa Teheran memiliki pengaruh yang sangat besar pada organisasi tersebut. Meskipun Iran memiliki hubungan yang sangat kuat dengan sebahagian besar milisi syiah di Irak, cuma saja elemen-elemen syiah Irak yang tidak satu idiologi secara total dengan Iran  juga dapat mengembangkan milisi-milisi khususnya.

Milisi-milisi syiah ini terus bertambah kuat meskipun PM Nur Maliki yang beragama syiah itu sudah dilengserkan. Ini adalah pertanda bahwa pemerintah Irak masih sangat berhutang budi pada milisi-milisi yang sektarian itu. Milisi-milisi ini secara umum beraktivitas dengan bebasnya di Baghdad dan mengeksploitasi sytem demokrasi yang baru saja bergaung di Irak, lalu menguasai berbagai instansi resmi dalam rangka mendapatkan dukungan.

Milisi-milisi ini bukanlah unsur tambahan bagi negara, melainkan dia adalah negara di dalam negara, dan mereka tidak pernah menghargai otoritas apapun di Irak, mereka hanya patuh kepada pemimpin-pemimpin keagamaan dan Teheran. Dan saat ini yang menjadi fokus utama para milisi ini adalah menghabisi ISIS.

Kelompok-kelompok bersenjata beragama syiah ini akan memberi pengaruh besar dalam membangun masa depan agama syiah di Irak. Ideologi ekstrimnya dan hubungannya yang sangat rapat dengan Iran mengindikasikan bahwa mereka akan membuka pintu selebar-lebarnya kepada Iran untuk menguasai Irak secara total, sehingga jika saja tidak segera diambil langkah-langkah yang tepat untuk menghentikan milisi-milisi ini maka itu sama artinya secara defacto kita menyerahkan Baghdad kepada Iran. Sebagaimana dilansir islamion.com, Senin (22/08)

Pada situs berikut ini ditayangkan sebuah video dimana milisi syiah yang bernama "batalion Imam Ali" menggorok batang leher personal ISIS sambil meneriakkan "labbaika ya Husein....Labbaika Ya Husein". Video ini awalnya ada di Youtube, cuma pihak Youtube sudah menghapusnya. [Syaff]

*sumber: http://islamion.com/news/17062/فورين-بوليسي:-أكثر-من-50-ميليشيا-شيعية-تقطع-الرؤس-فى-العراق..-لا-يهتم-بها-أحد

(photo ilustrasi: http://graphics.france24.com/iraq_in_pictures/images/11.jpg)



DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Komentar sehat anda..