Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Demi Allah, Aku Tidak akan Bermaksiat Selamanya

Demi Allah, Aku Tidak akan Bermaksiat Selamanya


By: PKS Siak Senin, 18 Mei 2015 0

Lelaki ini bernama al-Kifl. Seorang Bani Israil. Pelaku kriminal, suka berjudi, bermaksiat, zina, dan semua jenis kejahatan lainnya. Al-Kifl, disebutkan oleh Dr Muhammad Ismail Muqaddam dalam Fikih Malu, “Tidak bisa mencegah dirinya dari berbuat dosa.”

Suatu malam, al-Kifl mendatangi seorang wanita untuk memuaskan nafsunya. Tak lama setelahnya, ia pun menemukan wanita yang dinginkan oleh nafsu buruknya itu. Diajaklah ke tempat yang telah disiapkannya, berdua. Kepada wanita yang bisa puaskan nafsunya itu, al-Kifl menyediakan 60 Dinar, setara dengan 120.000.000 rupiah (kurs 1 dinar= 2 juta).

Ketika al-Kifl bergegas melampiaskan hasrat busuknya, tiba-tiba wanita itu menangis sejadi-jadinya, tanpa sebab. “Apa yang membuatmu menangis?” tanya al-Kifl penuh keheranan.

“Berzina adalah pekerjaan yang belum pernah aku lakukan.” jawab wanita itu sembari menahan isaknya. Terangnya kemudian, “Tak ada yang memaksaku melakukan perbuatan keji ini, kecuali kebutuhan ekonomi yang amat mendesak.”

Tanya al-Kifl untuk kedua kali, “Apakah kamu menangis karena takut kepada Allah Ta’ala?”

“Akulah,” terang lelaki keturunan Bani Israil itu, “yang seharusnya menangis dan takut kepada Allah Ta’ala.”

Ia pun mempersilakan wanita itu pergi sebelum menuruti nafsu bejatnya. Kepadanya, al-Kifl berikan uang yang dibutuhkannya. Kemudian, ia berkata, “Demi Allah, aku tidak akan bermaksiat kepada Allah Ta’ala selamanya.”

Qadarullah, malam itu juga al-Kifl meninggal dunia. Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam Tafsirnya, bahwa pengampunan kepada Bani Israil diberikan oleh Allah Ta’ala dengan bentuk tulisan yang ada di pintu rumahnya.

Maka pagi harinya, sebagaimana diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar bin Khaththab ini, “Keesokan harinya, tertulis di pintu rumahnya, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengampuni dosa al-Kifl.’”

Disebutkan pula dalam hadits riwayat Imam at-Tirmidzi ini, “Orang-orang pun kagum melihat hal itu, hingga Allah Ta’ala memberikan wahyu kepada salah seorang Nabi dari mereka tentang kisah al-Kifl.”

Keseluruhan kehidupan dan akhirnya adalah misteri. Hanya Allah Ta’ala yang tahu. Karenanya, kita harus senantiasa berdoa dan bersungguh-sungguh agar ditetapkan dalam iman dan Islam hingga akhir hayat. Sebab hanya dengan itulah kita berhak mewarisi surga yang lebih luas dari langit dan bumi serta penuh kenikmatan tanpa batas.

Kisahikmah



DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Komentar sehat anda..