Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Mengapa Wanita Muslimah bisa Mengalahkan Bidadari Surga?

Mengapa Wanita Muslimah bisa Mengalahkan Bidadari Surga?


By: admin Senin, 11 Mei 2015 0

Sebagai salah satu ketentuan-Nya, bahwa semakin berat perjuangan, maka pahalanya pun akan semakin agung; semakin besar dan berharga pengorbanan, maka ganjarannya pun akan semakin melimpah. Inilah di antara motivasi langit yang tak mungkin disalahi oleh pembuatnya.

Suatu hari, Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, “Manakah yang lebih baik; wanita (muslimah salehah) dunia, atau bidadari surga yang bermata jeli?”

“Wanita-wanita dunia,” jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, “lebih baik dari bidadari-bidadari bermata jeli, sebagaimana bagian luar itu lebih baik dari bagian dalamnya.”

Betapa mulianya wanita salehah itu, hingga bidadari surga pun tak lebih mulia dari dirinya. Lantas, apakah penyebabnya?

“Penyebabnya,” lanjut Rasulullah menjawab pertanyaan Ummu Salamah, “ialah shalat, puasa, dan ibadahnya (wanita dunia) kepada Allah Ta’ala.”

Itulah sebabnya; perjuangan mengalahkan godaan dunia agar senantiasa beriman dan istiqamah dalam keimanan hingga ajal menjelang. Sebab, perjuangan mendapatkan dan mempertahankan keimanan adalah amal yang tak mudah.

Dengan kualitas ibadahnya itulah, “Allah Ta’ala memberikan cahaya yang bersinar pada raut muka mereka, dan mengenakan pakaian sutra di badannya. Warna kulit mereka putih, pakaiannya hijau, perhiasannya kuning, pedupaannya mutiara, dan sisirnya (terbuat dari) emas.”

Ketika ada lelaki saleh yang masuk ke dalam surga, maka wanita-wanita bermata jelita itu bersegera menyambut kedatangan suaminya itu. Kata mereka, “Kami hidup terus, dan tidak mati. Kami senang selama-lamanya, dan tidak akan pernah menderita lagi. Tidak akan pindah, selalu ridha, tidak pernah cemberut selama-lamanya.” Pungkasnya sampaikan sambutan, “Berbahagialah siapa yang memiliki kami, dan dia menjadi milik kami.”

Allahu akbar wa lillahil hamd. Sebab tak mungkin bagi Allah Ta’ala mengingkari janji-Nya, dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah sosok yang paling benar ucapannya, maka yang paling penting untuk dipikirkan adalah, “Layakkah kita mendapatkan anugerah indah bernama bidadari surga itu?”

Lantas, jika seorang wanita menikah lebih dari sekali-dua atau tiga kali-karena alasan yang diperbolehkan (suami meninggal atau bercerai), kemudian dia masuk surga, tanya Ummu Salamah, “Siapakah yang menjadi suaminya di surga?”

Jawab Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani yang dikutip oleh Solikhin Abu Izzuddin dalam Bersama Ayah Meraih Jannah, “Wahai Ummu Salamah, dia diberi kebebasan memilih suami yang paling baik akhlaknya.”

Sebagai ekspresi bahagia, Ummu Salamah pun berkata serta-merta di depan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang merupakan suaminya itu, “Ya Rabbku, jika suamiku ini adalah suamiku yang paling tampan di dunia, maka nikahkanlah aku dengannya.”

Tukas Nabi meluruskan, “Wahai Ummu Salamah, ketampanan wajah musnah dengan kebaikan dunia dan akhirat.”

Ya Rabbi, kurniakanlah ketaatan dan kekuatan untuk istiqamah kepada kami, berikan kepada kami kebaikan dunia dan akhirat, serta selamatkan kami dari azab neraka. Aamiin.

Kisahikmah.com



DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Komentar sehat anda..