Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Di Hadapan Politisi Anis Matta Bicara Relasi Agama dan Negara

Di Hadapan Politisi Anis Matta Bicara Relasi Agama dan Negara


By: PKS Siak Rabu, 24 Juni 2015 0

PKS SIAK, JAKARTA (23/6) - Hari ini milyaran Umat Islam di dunia menjalankan ibadah puasa walau tidak ada satupun undang-undang yang memaksa, tidak ada satupun negara yang mewajibkan warganya untuk berpuasa, tidak ada polisi yang ditugaskan untuk mengawasi orang-orang yang tidak berpuasa. Mengapa hal demikian bisa terjadi?

Pertanyaan itu dilontarkan oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta ketika mengawali ceramahnya dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar oleh Aburizal Bakrie di Grand Ballroom Shangri-La Hotel, Ahad (21/06). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah politisi lainnya.

“Agama memiliki wibawa spiritual yang hidup dalam hati manusia yang tidak dimiliki oleh negara. Karena itu, ada atau tidak ada negara, agama tetap akan dijalankan oleh manusia,” terangnya.

Anis menekankan bahwa perbedaan paling fundamental antara agama dan negara adalah sisi manusia yang mereka atur. Agama memandang manusia secara individu sedangkan negara memandang manusia dalam bentuk kelompok.

“Agama masuk kedalam kehidupan individu, mengintegrasikan tujuan hidup individu dengan kelompoknya, sementara negara tidak pernah peduli pada urusan manusia sebagai individu. Ini yang menjadi penyebab mengapa agama lebih abadi dibanding negara, bagaimana imperium dan negara bisa hilang silih berganti, namun pemeluk agama justru semakin bertambah,” ujarnya.

Meskipun demikian, lanjut Anis, negara tetap memiliki peran dalam kehidupan beragama seseorang. Negara punya peranan penting dalam mendekatkan individu pada agama, yakni dengan cara memberi kebebasan untuk memeluk dan menjalankan agama tanpa rasa takut, serta menjamin kesejahteraan warganya.

“Kesejahteraan memang tidak serta merta mendekatkan manusia pada agama, namun dengan kesejahteraan, manusia akan mampu berfikir tentang kebutuhannya sebagai individu, jauh melampaui kebutuhan secara fisik," katanya.

Menurut Anis, kesejahteraan tidak akan pernah terjadi jika kebutuhan dasar manusia (sandang dan pangan) tidak terpenuhi,” tegasnya sambil menambahkan bahwa kemiskinan bisa mendekatkan manusia pada kekufuran.

Pada kesempatan itu, Anis juga menyampaikan sebuah analisa tentang fenomena gaya hidup penduduk Eropa saat ini yang seolah semakin kehilangan arah.

”Penduduk Eropa saat ini mulai kehilangan tujuan hidup, dan tujuan hidup ini tidak bisa dijelaskan oleh negara,” pungkasnya.

Sumber pks.or.id



DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Komentar sehat anda..