Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Listrik di Medan Sering Padam

Listrik di Medan Sering Padam


By: PKS Siak Rabu, 24 Juni 2015 0

PKS SIAK, MEDAN - Pemadaman listrik yang belakangan terjadi mendapat perhatian dari Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Saat ditanya wartawan, Selasa (23/6) siang kemarin soal kondisi listrik di Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kota Medan, Gubsu langsung bereaksi dengan menghubungi General Manager PLN Wilayah Sumbagut Ir Dyananto. Dalam percakapan satu arah tersebut, Gubsu menanyakan langsung apa penyebab pemadaman kembali terjadi.

Dalam sambungan telepon dengan Gubsu itu, Dyananto menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi akibat adanya gangguan jaringan dengan durasi yang berlangsung cepat, kemudian pemeliharaan trafo di beberapa area gardu induk milik PLN. Menurut GM PLN, saat Ramadan ini beban puncak meningkat dari 1.600-1.700 MW sekarang menjadi 1840 MW. Apalagi pada saat malam hari.

Dyananto kemudian mengungkapkan, beberapa langkah strategis yang pihaknya lakukan guna menjaga ketersediaan listrik diantaranya melakukan pemadaman listrik pada pelanggan pengguna tegangan tinggi, agar pelaksanaan Salat Jumat tidak terganggu.

Selain itu, PT PLN Wilayah Sumut juga menyediakan genset terpadu di sejumlah unit pelayanan terdekat agar ibadah pada malam Ramadan tetap berjalan lancar. Di antaranya menyiapkan 134 genset daya tegangan tinggi yang tersebar di 8 area se-Sumut di antaranya di Medan, Binjai, Lubukpakam, Pematangsiantar, Rantauprapat, Padangsidimpuan, Sibolga, dan Nias.

Dyananto juga mengatakan, pihaknya menyiapkan trafo mobil guna mengantisipasi bila ada kerusakan pada trafo, sehingga perbaikan dapat cepat dilakukan. Jika strategi tersebut dijalankan dengan baik, mereka optimis tidak ada pemadaman listrik selama Ramadan. "Kalaupun ada pemadaman, petugas akan lebih mudah melakukan perbaikan dengan cepat," katanya.

Menyikapi tingginya beban puncak pemakaian listrik saat Ramadan ini, Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengharapkan masyarakat segera melakukan gerakan hemat energi. Bahkan kata Gubsu, Ramadan ini harus dijadikan momentum untuk gerakan tersebut. Dia menilai gerakan hemat energi juga bagian dari ibadah, yang bisa menghantarkan seorang umat mendapatkan nilai takwa di hadapan Allah SWT.

"Jika memang tidak terlalu penting, sebaiknya alat elektronik yang menggunakan listrik dimatikan. Apalagi saat beban puncak. Dengan begitu, saat beban puncak, semua bisa berbagi energi tanpa harus ada pemadaman," kata Gubsu.

Bahkan disela obrolan dengan GM PLN tersebut, Gubsu berharap para ulama turut menyosialisasikan kepada umat agar melakukan gerakan hemat energi. Harapannya, gerakan ini bisa cepat tersosialisasi ke masyarakat. Gubsu mengapresiasi PLN yang sudah menjalin kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berusaha tidak melakukan pemadaman listrik khususnya di masjid-masjid.

"Kalaupun ada pemadaman, untuk masjid menjadi upaya terakhir yang dipadamkan listriknya. Kiranya PLN meminta kepada ulama dalam tausiahnya untuk menyosialisasikan hemat energi listrik ini," ungkapnya.

Percakapan yang tak kurang dari 5 menit tersebut, menyimpulkan bahwa masyarakat dihimbau melakukan gerakan hemat energi. Segala aliran listrik yang tidak penting di rumah agar dimatikan, khususnya pada malam hari. Gubsu kemudian mengilustrasikan penghematan energi bak berwudu sebelum hendak ibadah salat. "Air adalah sumber energi. Penghematan energi merupakan seruan Islam. Untuk itu mari kita efektifkan hemat energi agar semua menjadi berkah," katanya.

Sumber Riaupos



DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Komentar sehat anda..