Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » » » Tifatul: Video ISIS Sudah Dihapus

Tifatul: Video ISIS Sudah Dihapus


By: PKS Siak Selasa, 05 Agustus 2014 0

ISIS_recruitment_video_Join_the_Ranks_urges_Indonesian_Muslims_to_migrate_to_the_Islamic_State_-_ABC_News_Australian_Broadcasting_Corporation_-_2014-07-30_15.02.26-635x350
pkssiak.org - Gembar-gembor media soal berkembangnya paham ISIS, menjadi sorotan publik. Bahkan seorang Presiden SBY ikut memberi komentar dengan memerintahkan Menkominfo untuk segera menghapus penyebaran video ajakan ISIS yang menampilkan warga Indonesia. Tifatul Sembiring selaku Menkominfo dengan sigap menghapus video tersebut.

“Ini 7 situs -source asli- video ISIS yg sudah di-remove dari youtube dg 20 flags. Yg lain menyusul,” kata Menkominfo, Tifatul Sembiring, melalui laman twitternya, Selasa (5/7/2014).

Sementara itu anggota komisi III DPR RI, Ahmad Yani menjelaskan di DPR sendiri sudah mensosialisasikan empat pilar yang menjadi tameng bangsa dari ajaran ekstrimis seperti ISIS. Yani pun menegaskan ISIS bukanlah mencerminkan Islam, bahkan Yani menyebut ISIS merupakan ‘tangan panjang’ dari CIA yang ingin memporak-porandakan negara Islam di luar negeri.

“Sudah bukan rahasia lagi, semua bentuk teror yang ada di dunia pasti bantukan intelijen Amarika dan sekutunya Israel. Sama seperti dulu membentuk Osama (Bin Laden), sekarang mereka bentuk ISIS,” tegasnya.

Wasekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mengatakan bahwa dirinya tidak memungkiri adanya anggota ISIS yang sudah memasuki Indonesia. Namun dia memprediksikan ideologi ISIS tak akan membahayakan Indonesia karena bangsa Indonesia sejatinya bangsa yang cinta damai dan tidak suka kekerasan seperti yang dilakukan ISIS.

“Jadi bangsa Indonesia ini punya daya tahan kuat terhadap ide-ide dan gagasan asing yang ekstrim,” kata Fahri.

Dia pun yakin bangsa Indonesia yang memeuluk agama dan keyakinan yang benar tak dapat merasuki pikiran-pikiran yang jahat seperti ISIS. Meskipun demikian, Fahri menilai bukan tidak mungkin ISIS menimbulkan potensi bahaya di dalam negeri jika ada aparatur negara yang bermain untuk kepentingannya.

“Kecuali ada aparatur negara, terutama yang sangat erat menjalin hubungan dengan pihak asing merekaya masuknya ISIS,” ujarnya.

Dia menjelaskan dengan adanya isu ISIS masuk ke Indonesia, tidak menutup kemungkinan beberapa oknum pemerintah akan memanfaatkannya dengan menggunakan intelijen sebagai wadahnya.

“Potensi bahaya tetap ada apalagi ada yang menternakannya. Saya tidak menuduh siapa-siapa makanya saya harap aparatur negara jangan bermain,” imbuhnya.[fbi/hanter/pks-kotabekasi.org]


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar