Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » SEDEKAHILAH ORANG YANG MENGHINAMU

SEDEKAHILAH ORANG YANG MENGHINAMU


By: admin Rabu, 29 April 2015 0

Di antara perbuatan baik yang sukar dikerjakan adalah melakukannya kepada orang-orang yang menghina kita. Apalagi jika hinaan itu dilontarkan di depan kita, di tengah-tengah banyak orang dalam sebuah majlis, pertemuan, ataupun  perkumpulan lain.
Ketika itu, amatlah sulit untuk bersikap bijak. Apalagi jika hinaan itu hanya berupa gosip, ghibah, apalagi fitnah. Tentu, siapa pun yang dihina akan memiliki kecenderungan untuk menanggapi hinaan tersebut sesuai dengan kemampuannya.
Namun, tidak demikian dengan Nabi dan sahabat-sahabat serta pengikutnya yang shaleh. Merekalah orang-orang terpilih yang berhasil menjalani hidup dengan kualitas terbaik. Mereka inilah sosok-sosok inspiratif, selayak pohon mangga yang memberikan buahnya ketika ada orang yang melemparinya dengan batu.
Hari itu, datanglah seorang lelaki. Ia menghadap kepada cicit Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Bukan datang untuk meminta pendapat atau hikmah, rupanya ia hendak melontarkan cacian kepada salah satu ahlul bait yang terkenal dengan kedermawanannya ini.
Maka tepat di hadapan cicit sang Nabi ini, sang lelaki pun melontarkan semua kotoran hati malaui lisannya. Ia menyampaikan ghibah, gossip, bahkan fitnah kepada laki-laki shaleh yang terpilih ini.
Tatkala mendengarkan cacian si lelaki, sahabat-sahabat cicit Nabi pun hendak marah, bahkan ada di antara mereka yang sudah menghunus pedang dari sarungnya. Namun, dengan segera, sang cicit Nabi ini mencegah sahabatnya.
“Jangan,” serunya seraya mendekati lelaki yang memuntahkan semua jenis hinaan kepadanya.
“Apa yang tidak kauketahui,” ujarnya seraya berbisik, “lebih banyak dari yang kauketahui.”
Beliau hendak menegaskan, meskipun yang disampaikan oleh laki-laki itu adalah kebohongan fitnah, sejatinya beliau merasa memiliki banyak dosa di sepanjang hidupnya.
Inilah karakter orang-orang shaleh yang disayangi Allah Ta’ala. Mereka merasa memiliki banyak dosa sehingga hari-harinya dijalani dengan perbaikan kebaikan seraya meminta ampun kepada Allah Ta’ala.
Lantas, kepada lelaki ini, meski ia telah melontarkan hinaan kepadanya berupa fitnah, sang cicit justru memerintahkan, “Berikan kepadanya 1000 dirham.”




DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Komentar sehat anda..