pkssiak.org, JAKARTA - Kabupaten Siak memiliki luas kebun kelapa sawit 278.591,19 hektar yang tersebar merata di seluruh kecamatan. Dengan luas tersebut, produksi kelapa sawit masyarakat Kabupaten Siak rata-rata 24 ton/Ha/tahun sehingga produksi pada tahun 2012 adalah 5.481.408 ton dan produksi CPO tahun 2012 setara 1.205.909,8 ton (R.22 persen).

Demikian diungkapkan Bupati Siak Syamsuar pada Forum bisnis APKASI Pertanian, Kelautan dan perikanan di Pekan Raya Jakarta. Kehadiran Bupati Siak ini didampingi sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dalam acara tersebut untuk narasumber seperti Ketua Umum AEKI Irfan Anwar, Ketua Umum GAPKI M. Fadhil Hasan, Bupati Bandung dan moderator Prof. Jafar Haruna.

Dalam paparannya, Bupati Syamsuar menyampaikan potensi-potensi yang ada di Kabupaten Siak, salah satunya kebun kelapa sawit dengan jumlah penyebaran luas kebun kelapa sawit 278.591,19 Ha dan penyebaran pabrik kelapa sawit berjumlah 15 unit.

Produksi kelapa sawit masyarakat Kabupaten Siak saat ini adalah 228.392 Ha (TM) dengan produksi rata-rata 24 ton/Ha/tahun sehingga produksi pada tahun 2012 adalah 5.481.408 ton dan produksi CPO tahun 2012 setara 1.205.909,8 ton (R.22%).

Lebih lanjut Bupati Syamsuar, peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dalam pengembangan pembangunan perkebunan kelapa sawit, dimaksudkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat secara dan secara umum meningkatkan aktivitas ekonomi daerah.

Disamping itu, ia juga menyinggung potensi Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah Sumber Daya Alam (SDA), antisipasi terhadap kesinambungan bahan mentah dimasa mendatang, perlu kiranya mengoptimalkan peran sektor sekunder yaitu industri.

''Hal penting terkait dengan industri berbasis kelapa sawit antaralain, perlu adanya regulasi yang mengatur agar CPO yang dihasilkan sebagian diolah didalsm negeri, sehingga hilirisasi produk CPO dalam negeri yang berkualitas dapat terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah kebawah, usulan penerapan dana bagi hasil pajak eksporproduk CPO antara pusat dan daerah seningga daerah memiliki sumber pendapatan lain untuk membiayai pembangunan,'' ujar Bupati Syamsuar.

Serta mencari solusi yangefektif dalam upaya menjaga kestabilan harga buah kelapa sawit, karena selama ini harga sawit cenderung tidak stabil pada saat tertentu.

Sebelumnya Bupati Syamsuar didampingi istrinya Misnarni Syamsuar, meninjau Stand Pameran Kabupaten Siak pada ajang Promosi daerah yang menampilkan berbagai produk unggulan dari kerajinan masyarakat yang di bina oleh Dekranasda Kabupaten Siak yang dibuka oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurutnya acara ini dimaksudkan untuk memfasilitasi kerja sama ekonomi antara daerah dengan investor asing yang diharapkan dapat menjembatani antara daerah dan investor. Acara rutin tahunan ini diikuti oleh 399 kabupaten di seluruh Indonesia mulai dari tanggal 15 - 17 Mei 2013. (sks/rls/GR)