Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHITMAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Danau Toba Segera Terdaftar di GGN UNESCO

Danau Toba Segera Terdaftar di GGN UNESCO


By: PKS Siak Selasa, 30 Juni 2015 0

PKS SIAK, MEDAN - Masyarakat Sumatera Utara diharapkan memberi dukungan penuh merealisasikan Danau Toba sebagai Global Geopark Network (GGN). Pasalnya, diketahui tim asesor UNESCO akan mengunjungi Kaldera Toba pada awal Juli 2015. "Masyarakat Sumut khususnya sekitaran Danau Toba agar memberikan dukungan penuh dan menyambut antusias kedatangan tim asesor UNESCO," kata pegiat Kaldera Toba Rustam Effendi Nainggolan kepada wartawan, Senin (29/6/2015).

Menurut RE Nainggolan, jika Danau Toba berhasil menjadi GGN UNESCO tentu sangat banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Kawasan Danau Toba akan ramai dikunjungi wisatawan mancanegara dan para peneliti geologi, yang kemudian berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat di sekitar Danau Toba.

Apalagi, lanjut Dewan Penasihat Universitas Prima Indonesia (Unpri) ini, UNESCO akan mempublikasikan potensi Danau Toba secara luas ke masyarakat internasional, sehingga pada giliran berikutnya akan mendorong konservasi atau perlindungan alam di kawasan itu dan memacu peningkatan pendapatan masyarakat.

Menurut RE lagi, Unpri sebagai salah satu perguruan tinggi swasta paling berkembang di Sumatera Utara telah terlibat dan proaktif baik sebelum maupun selama kunjungan tim Asesor UNESCO nanti. Dukungan Unpri tersebut berupa kegiatan sosialisasi  ke stakeholder terkait, ke masyarakat setempat dan kegiatan lainnya.

"Diharapkan pada akhirnya nanti, dukungan penuh dan antusiasme yang ditunjukkan semua pihak dapat meyakinkan tim asesor UNESCO, untuk mengambil keputusan menjadikan Danau Toba sebagai salah satu warisan dunia yang terdaftar di GGN UNESCO," harap mantan Sekdaprovsu ini didampingi Ketua BPH Unpri Dr Tommy Leonard SH MKn.

Berdasarkan data ilmiah, sebut RE, Danau Toba merupakan Kaldera Gunung Toba yang terbentuk akibat letusan supervolcano sekitar 74.000 tahun yang lalu. Letusan tersebut adalah yang terbesar sepanjang sejarah planet bumi dengan Volcanic Eruption Index (VEI) 8 atau sekitar 100 kali letusan Gunung Tambora, sehingga berdampak atas perubahan iklim secara global.

RE Nainggolan juga menyebutkan, saat itu suhu atmosfer turun 3-5 derajat celcius akibat abu vulkanik yang menutupi hampir separuh permukaan bumi, bahkan deposit lapisan abu vulkanik Gunung Toba ditemukan setebal 15 cm, menutupi benua Asia Selatan hingga Afrika Timur. Musim dingin berkepanjangan terjadi selama 6-10 tahun dan membunuh sebagian besar populasi manusia, serta mempengaruhi genetika manusia dari sudut pandang teori evolusi.

"Hingga saat ini masih banyak ahli geologi internasional yang tertarik untuk meneliti danau vulkanik terbesar di dunia itu," timpal Tommy Leonard.

Apalagi, kata Tommy, Danau Toba tidak hanya menawarkan keindahan alam yang luar biasa, tapi juga menawarkan berbagai potensi untuk digali dari sisi penelitian/akademik, ekonomi, sosial dan budaya. Untuk itu, Unpri bersama RE Foundation telah merancang agenda nyata, untuk menyukseskan Danau Toba agar terdaftar di Global Geopark Network (GGN) UNESCO. "Usaha tersebut juga telah mendapat dukungan dari Mantan Presiden RI ke-6  Susilo Bambang Yudhoyono yang berkenan menjadi Duta Geopark Kaldera Toba," katanya.

Sumner RPG



DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar

Tidak ada komentar

Leave a Reply

Komentar sehat anda..